Angkasa Pura 2

Monster Laut Sepanjang 27,5 Meter Ternyata Bukan Dongeng

2017-03-18 16.27.39

LONDON (Beritatrans.com) – Para pelaut atau nelayan pernah berkisah tentang monster laut raksasa bernama kraken.

Monster ini menarik para nelayan dari kapal dan menenggelamkan mereka di dasar samudra.

Kini kita tahu bahwa kraken itu nyata, dongeng itu mengacu kepada spesies cumi-cumi raksasa.

Diketahui bahwa kecil kemungkinan cumi-cumi itu membunuh nelayan, tapi diketahui mereka itu memang besar, termasuk salah satu hewan tak bertulang belakang terbesar yang diketahui manusia.

Yang tak kita ketahui secara persis adalah seberapa besar mereka bisa tumbuh.

Cumi-cumi raksasa masih merupakan salah satu hewan besar paling misterius di Bumi.

Cerita mengenai specimen yang bisa dikenali sebagai Architeuthis dux, yang diketahui sebagai cumi-cumi paling besar, muncul tahun 1639 di Eropa, tetapi cumi-cumi raksasa baru pernah difoto dalam keadaan hidup di lingkungan aslinya pada tahun 2004.

“Sejak penemuannya, banyak sekali spekulasi tentang besar maksimum hewan itu,” kata ahli biologi Dr Chris Paxton dari Universitas St Andrews, Skotlandia.

Dalam upaya mencari tahu berapa besar mereka bisa tumbuh, ia telah meneliti contoh hewan A. dux sebagai bagian dari analisis yang diterbitkan di Journal of Zoology.

Penelitian ini termasuk laporan sejarah dan kisah-kisah tentang cumi-cumi raksasa yang terlihat dari perahu, terdampar di pantai, bangkai atau potongan tubuh yang ditemukan di dalam perut paus sperma, yang diduga memburu dan memakan hewan raksasa ini.

Keseluruhan, ada 460 spesimen cumi-cumi raksasa yang telah diukur dengan satu atau lain cara.

Cumi terbesar yang pernah dilihat adalah sepanjang 53 meter, di pantai pulau Maladewa pada Perang Dunia Kedua di sisi kapal penangkap ikan bernama Admiralty di malam hari, oleh seorang bernama J.D Starkey.

Namun banyak ukuran ini yang tidak dianggap akurat dan bisa diabaikan.

Dalam kisah penampakan seperti itu, ukuran cumi-cumi cenderung untuk dibesar-besarkan. Misalnya menurut sebuah buku karya Darren Naish, pengakuan J.D Starkey bahwa cumi-cumi yang ia lihat lebih panjang daripada perahu yang ia tumpangi dan belum termasuk tentakel, yang biasanya lebih dari separuh panjang badannya.

Mengukur panjang seluruh badan cumi-cumi raksasa ini juga bisa sangat sulit, saat ketika diangkat dari air, jaringan lembut hewan ini bisa elastis dan memanjang tidak secara alamiah.

Maka Dr Paxton mengabaikan pengukuran yang tak bisa diandalkan, kemudian ia menggunakan berbagai teknik untuk memperkirakan ukuran maksimum cumi-cumi raksasa ini bisa tumbuh.

Ini dilakukan termasuk dengan memperhitungkan keseluruhan panjang cumi-cumi dari bagian tubuh tertentu, misalnya paruh cumi-cumi tersebut, yaitu bagian mulut yang keras yang dipakai untuk menggigit dan memakan mangsa, atau dari mantelnya, bagian besar dari cumi-cumi itu yang ada di atas kepala dan tentakel.

Cumi-cumi terbesar yang diukur dengan teknik meyakinkan memiliki mantel sepanjang 2,79m, kata Dr Paxton kepada BBC Earth.

“Ini adalah spesimen yang terdampar di Selat Cook di Selandia Baru bulan Mei tahun 1879,” katanya. “Namun panjang keseluruhan tidak dicatat. Dari sini, kita bisa memperkirakan panjang cumi-cumi itu adalah 14,28m.”

Namun ini tidak berarti cumi-cumi mencapai panjang maksimal 14,28m, disebabkan dua alasan.

Pertama, tidak seluruh cumi-cumi memiliki badan yang proporsinya sama persis.

Cumi-cumi dengan ukuran mantel sama bisa memiliki tentakel dengan panjang berbeda, sama seperti orang yang tingginya sama bisa memiliki panjang kaki yang berbeda satu sama lain.

Pada cumi-cumi, perbedaan ini bisa lumayan besar.

Kedua, kecil kemungkinan cumi-cumi yang tertangkap dan diukur itu merupakan cumi-cumi raksasa terbesar yang pernah ada.

Maka, cumi-cumi lebih besar sangat mungkin masih ada di laut lepas.

Dan menurut analisas Dr Paxton,mereka ini memang bisa sangat besar

“Mengingat perbedaan masing-masing cumi-cumi dalam populasi mereka, cumi-cumi dengan panjang mantel 2,79 meter panjang totalnya bisa antara 5,83 meter hingga 27,53 meter,” katanya.

Ini menandakan cumi-cumi raksasa bisa tumbuh di atas 20 meter panjangnya dan “sangat masuk akal” beberapa di antaranya bisa mencapai 27 meter atau lebih.

“Saya akan menekankan, sebagai seorang ilmuwan yang bertanggung jawab, ini semua berdasarkan penghitungan,” kata Dr Paxton. “Dan sebagaimana saya katakan kepada murid-murid saya, penghitungan juga bisa meragukan”.

Namun Dr Paxton mengatakan penghitungannya cukup aman, bahkan ketika ada ahli cumi-cumi lain yang tak setuju, ia berharap hal itu bisa diujicobakan dan dipastikan oleh penemuan baru di masa depan.

Penelitian ini juga mengarah pada satu kesimpulan lebih jauh.

Mitos dan dongeng tentang cumi-cumi raksasa juga termasuk mengenai perkelahian mereka dengan paus sperma, dalam pertarungan antarraksasa bawah laut.

Cumi-cumi raksasa masih bisa ditemukan di dalam perut paus sperma, maka jelas bahwa paus sperma memang memburu dan memakan spesies A dux, selain juga memburu dan memakan spesies yang juga besar, tetapi lebih kecil seperti Mesonychoteuthis hamiltoni.

Namun beberapa jenis cumi-cumi tumbuh terlalu besar untuk bisa ditangkap oleh paus sperma.

Analisa Dr Paxton memperlihatkan bahwa cumi-cumi terbesar mungkin terlalu besar bagi paus sperma yang panjangnya sekitar 11 sampai 12 meter. (awe/sumber BBC Indonesia).

loading...