Angkasa Pura 2

Mustadjab : Aptrindo Harapkan Semua Pergerakan Truk Di Pelabuhan Priok Dapat Dipantau Melalui SIAB

DermagaSenin, 20 Maret 2017
20170320_131316-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengharapkan semua pergerakan truk yang keluar masuk di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dipantau melalui Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB).

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta Mustadjab Susilo Basuki kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Sampai sekarang, tegasnya, baru truk yang melalui Gate 1, 8 dan 9 (3 Gate In dan 2 Gate Out) yang sudah dipasang Radio Frequency Identification (RFID) Reader dan siap memonitor pergerakan truk melalui gate tersebut.

“Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok sekarang ini sudah dapat memantau pergerakan trucking melalui Gate 1, 8 dan Gate 9,” kata Mustadjab.

Sementara 20 Gate In dan 6 Gate Out pada Join Gate JICT /Koja serta 5 Gate In dan 5 Gate Out Terminal Petikemas New Priok Container Terminal One (NPCT) belum dipasang RFID karena masih pada tahap pembahasann /perundingan.

Mustadjab mengatakan pihaknya mengharapkan investasi untuk untuk program SIAB di JICT/Koja dan NPCT 1 ini dibiayai oleh terminal petikemas tersebut.

Dia mengungkapkan investasi untuk program SIAB di Pelabuhan Tanjung Priok cukup besar sekitar Rp 2,5 miliar. Sementara Aptrindo DKI bekerjasama dengan Telkom sudah investasi di Gate 1 , 8 dan 9 sebesar Rp 500 juta.

Mustadjab mengatakan SIAB dapat memantau semua kegiatan trucking di pelabuha. Sistem ini bisa digunakan oleh pihak terkait untuk mengatur kendaraan keluar masuk pelabuhan dan mengurangi penumpukan kendaraan.

Menurut Mustadjab jumlah truk yang terdaftar di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 30.000 unit atau sekitar 6000 unit perhari ke luar masuk pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara truk milik anggota Aptrindo DKI yang sudah terdaftar untuk mengikuti SIAB tercatat sekitar 8000 dari 17.000 unit kendaraan.
(wilam)

loading...