Angkasa Pura 2

Tekan Kecelakaan, Iskandar Abubakar: Pisahkan Lalu Lintas Sepeda Dengan Motor

Koridor Rubrik Iskandar AbubakarSelasa, 21 Maret 2017
Iskandar_Abubakar_GRSP

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jumlah korban meninggal di jalan meningkat dari 25 ribuan di tahun 2015 menjadi 26 ribuan di tahun 2016. Masih sangat jauh dari target yang kita sepakati bersama pada tahun 2011 (yang pada waktu itu 31 ribu) dalam Dekade Aksi Keselamatan yang ditargetkan menjadi 50 persen (15,5 ribu).

Dalam Workshop WHO tentang Cedera di Jakarta pada tanggal 13-14 Maret 2017 dikatakan bahwa peringkat penyebab utama kematian dari posisi ke lima di tahun 1990 meningkat menjadi posisi ke tiga di tahun 2010 dan menjadi posisi ke dua di tahun 2015. Kalau saja tidak ada langkah yang jelas maka dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa menjadi peringkat pertama.

Mampukah kita menurunkan menjadi 15 ribu pada tahun 2020? Rasanya sulit tanpa langkah yang signifikan. Perlu komitmen yang kuat dari pemerintah untuk bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan.

iskandar abubakar

Beberapa langkah yang langkah yang bisa dilakukan sebagaimana dibicarakan dalam Workshop WHO tentang Cedera tersebut yang perlu ditindaklanjuti:

• Pemerintah perlu menetapkan komitmen politik yang kuat untuk menurunkan angka kecelakaan.
• Semua langkah yang dibuat harus atas dasar hasil penelitian/riset dan data.
• Penetapan Koordinator yang kuat dan berwibawa yang bisa mengkoordinasikan lembaga lembaga terkait untuk menurunkan angka kecelakaan
• Dibangun suatu mekanisme lintas sektor dalam mengendalikan keselamatan lalu lintas di jalan.
• Alokasi sumber daya, baik sumber daya manusia maupun anggaran
• Pendekatan komprehensip dan terpadu
• Penekanan yang lebih besar pada penanggulangan pasif
• Mengajak partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam menurunkan angka kecelakaan
• Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap keberhasilan ataupun ketidak berhasilan setiap langkah penanganan kecelakaan.

Memperhatikan statistik fatalitas di Negri Belanda selama kurun waktu 60 tahun, dapat dilihat bahwa antara tahun 1960 sampai tahun 1970 terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Namun setelah tahun 1970-an angka ini turun setiap tahun walaupun jumlah kendaraan meningkat dari tahun ke tahun.

Langkah yang diambil pemerintah Belanda pada tahun 1970-an tersebut adalah memisahkan lalu lintas kendaraan bermotor dengan membangun jaringan jalan pesepeda, karena tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda.

iskandar abubakar1

Belanda merupakan negara dengan tingkat tingkat penggunaan sepeda `yang sangat tinggi.
Kalau saja pemerintah Indonesia bisa memisahkan lalu lintas sepeda motor dari lalu lintas kendaraan roda empat ke atas niscaya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dapat diturunkan secara signifikan.

Yang diperlukan untuk bisa mengembangkan jalan khusus sepeda motor di kota maupun luar kota adalah komitmen yang kuat pemerintah. Pembangunan jaringan jalan untuk sepedamotor memerlukan komitmen anggaran yang tidak sedikit, penyediaan lahan.

Iskandar Abubakar, Ketua Global Road Safety Partnership Indonesia.