Angkasa Pura 2

Menyikapi Berbagai Kasus OTT Di Pelabuhan, Nyoman Kumpulkan Pengurus Koperasi TKBM & Buruh Priok

DermagaJumat, 24 Maret 2017
IMG-20160826-WA0000-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok dan anggotanya (buruh) perlu menyikapi berbagai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa pelabuhan belakangan ini.

Hal itu ditegaskan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra dalam bincang bincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, kemarin.

“Saya sudah panggil pengurus Koperasi TKBM dan pengurus Serikat Buruh agar menyikapi situasi dan kondisi strategis saat ini supaya kasus pelanggaran hukum yang terjadi di Pelabuhan Samarinda, Belawan, Surabaya dan Makassar tidak terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok”, tegasnya.

Nyoman juga mengingatkan pengurus Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok supaya berani melakukan perubahan pada sistem operasional buruh agar tercipta pemerataan kesempatan kerja.

Misalnya kalau selama ini pengerahan operasional buruh dilakukan dengan sistem ‘alokasi’ diubah menjadi sistem ‘sektor/ terminal.’

Dia mengatakan dengan sistem ‘alokasi’, operasional TKBM langsung ditangani Perusahaan Bongkar Muat (PBM).Dampaknya buruh yang dialokasikan pada PBM banyak kerjaan selalu mendapat kerja.

Sementara, bagi buruh yang di alokasikan pada PBM jarang dapat kerjaan menjadi jarang bekerja.

Tapi dengan sistem sektor/ terminal, tambahnya, pengerahan TKBM diatur oleh Koperasi secara bergiliran, sehingga ada keadilan bagi semua buruh dalam memperoleh kesempatan kerja, kata Nyoman. (wilam)