Angkasa Pura 2

Pangkas PNBP Untuk Selamatkan Pelayaran Nasional!

DermagaSabtu, 25 Maret 2017
anggota-DPR-RI-1

BEKASI (BeritaTrans.com) – Begitu banyaknya pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditetapkan dan diberlakukan Kementerian Perhubungan menjadi pendorong kebangkrutan pelayaran nasional.

“Selama ini perusahaan pelayaran dalam kondisi melemah usahanya karena kelesuan pasar. Di tengah kondisi itu, perusahaan pelayaran harus dibenani oleh ribuan pos tarif PNBP,” cetus anggota DPR sekaligus pengusaha pelayaran dan galangan kapal, Bambang Haryo, dalam sesi diskusi dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Sabtu (25/3/2017) sore.

Bila PNBP tidak dipangkas, dia mengkhawatirlan perusahaan pelayaran eksisting akan mengikuti 1.300 perusahaan pelayaran yang lebih dulu tutup.

Kebangkrutan itu, dia menegaskan menjadi fakta ironi dengan gencaenya pemerintahan Jokowi-JK membangun Tol Laut dan Poros Maritim. “Patur diingat bahwa 1.300 perusahaan pelayaran itu turup di era pemerintahan Jokowi, saat Menteri Perhubungan dijabat Ignasius Jonan,” ungkapnya.

Karenanya, politisi Partai Gerindra itu mendesak pemerintah merevisi PP Nomor 15/2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk jasa angkutan laut karena menyebabkan biaya tinggi dan membebani rakyat.

Dalam PP Nomor 15/2016, pemerintah menambah 435 pos tarif PNBP baru sehingga jumlahnya mencapai 1.200 pos tarif serta menaikkan 482 pos tarif 100% bahkan lebih dari 1.000%. Beberapa pos tarif yang tidak ada layanannya juga wajib dibayar.

Dia menegaskan jumlah pos tarif PNBP dalam PP itu sangat banyak dan terkesan mengada-ada. Akibatnya, biaya transportasi laut membengkak serta membebani logistik industri dan perdagangan dalam negeri sehingga membuat disparitas harga di luar Jawa menjadi semakin tinggi.

“Publik akan sulit membayar biaya transportasi yang tinggi, pelayaran juga tidak akan sanggup memberikan pelayanan yang baik. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa dan barang publik yang diangkut serta kelangsungan usaha pelayaran,” ujarnya. (dien).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari