Angkasa Pura 2

Pelayaran Kapal Kontainer & Kargo Ke Pelabuhan Sampit Terjegal Pendangkalan Sungai Mentaya

DermagaSabtu, 25 Maret 2017
images-9

SAMPIT (BeritaTrans.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kunjungan kapal ke pelabuhan di daerah tersebut terkendala air laut yang pasang surut dan mengakibatkan alur pelayaran semakin dangkal.

“Pada saat air laut surut, maka alur pelayaran kapal semakin dangkal, sehingga kapal berukuran besar tidak bisa keluar masuk ke pelabuhan,” kata Kepala Dishub Kotim, Drs H Fadlian Noor, Jumat (24/3/2017).

Dia menyebutkan, dangkalnya alur Sungai Mentaya berpengaruh terhadap aktivitas transportasi di Sungai Mentaya. Pasalnya, jika alur sungai surut, kapal akan terlambat sampai ke pelabuhan.

Menurutnya, hal itu merupakan masalah serius. Sebab, tidak hanya kapal penumpang yang memasuki pelabuhan di Sampit, tetapi juga kargo dan kontainer yang membawa berbagai produk serta komoditas perdagangan. Karena itulah, pihaknya berharap pengerukan alur sungai dapat dilakukan.

‚ÄĚSemoga apa yang kami sampaikan kepada Kemenhub kemarin bisa ditanggapi. Karena pengerukan Sungai Mentaya tidak bisa kita tangani dengan dana APBD saja, tapi butuh bantuan dari dana pusat (APBN red),” terangnya seperti dikutip kalteng.prokal.co.

Sebelumnya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyatakan siap mengeruk alur sungai Mentaya agar lalu lintas kapal tidak lagi terganggu pendangkalan sungai.

“Kami siap. Untuk alur akan kami perdalam lagi, cuma memang sekarang kami masih menunggu regulasi dari Menteri Perhubungan. Kemarin Menteri juga sudah kami informasikan,” terang Direktur Komersial dan Operasional PT Pelindo III Mohammad Iqbal, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, alur Mentaya harus dikeruk karena cukup mengganggu lalu lintas kapal. Kapal besar hanya bisa melintas saat air pasang sehingga dianggap kurang menguntungkan bagi dunia usaha. (della).