Angkasa Pura 2

Awaluddin Optimistis Kereta Tanpa Awak Bandara Soetta Dioperasikan Juni 2017

EmplasemenMinggu, 26 Maret 2017
2017-03-26 14.50.53

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meyakini kereta tanpa pengemudi yang juga dikenal sebagai automated people mover system (APMS) dapat kelar dan dioperasikan Juni 2017.

Melalui akun twitter @mawaluddin, tampak optimisme Awaluddin terawat setelah meninjau langsung proyek pekerjaan APMS di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Sabtu (25/3/2017).

Sebelumnya dia mengutarakan pengoperasian pada Juni 2017 menggunakan satu trainset yang terdiri dari dua kereta dengan kapasitas total dapat menampung 176 orang.

“Itu untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Rabu (8/2/2017) siang.

Selang dua bulan setelahnya, yakni pada Agustus 2017, tiga trainset akan dioperasikan penuh dengan kapasitas angkut 528 orang.

Tiga trainset ini akan menghubungkan semua terminal, mulai dari Terminal 1, 2, 3, serta integrated building yang difungsikan sebagai pertemuan berbagai moda transportasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Awaluddin menargetkan, headway skytrain di tiap terminal maksimal lima menit. Waktu tempuh skytrain dari Terminal 1 menuju integrated building ke Terminal 2, dan Terminal 3 ditetapkan sekitar tujuh menit.

“Sejalan dengan upaya menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara transit, skytrain ini jelas akan mempermudah perpindahan penumpang pesawat antara Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3,” kata Awaluddin.

Nantinya, skytrain juga akan terhubung dengan moda transportasi kereta dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Sampai hari ini, pembangunan infrastruktur kereta menuju bandara masih dikerjakan.

LEN OPTIMISTIS
Sebelumnya manajemen PT Len Industri (Persero) optimistis menggarap lini bisnis urban transport dengan teknologi yang sudah mulai dikembangkan dan kini telah diterapkan dalam pembangunan automated people mover system (APMS) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

PT Len mendapat kepercayaan dari PT Angkasa Pura II untuk menggarap APMS di Bandara Soekarno-Hatta melalui penunjukan langsung setelah menjadi satu-satunya pilihan yang mampu memenuhi seluruh persyaratan pelelangan.

“Salah satu project yang dilakukan sebagai breakthrough adalah proyek APMS yang nanti menghubungkan antarterminal di Bandara Cengkareng,” kata Direktur Utama PT Len Industri Abraham Mose, Selasa (7/6/2016).

Proyek APMS di Bandara Soekarno-Hatta yang kontraknya senilai Rp531 miliar tersebut menjadi pilot project untuk penerapan APMS di bandara-bandara lainnya di Indonesia untuk memudahkan perpindahan penumpang antar-terminal.

Sistem ini akan menggunakan teknologi sistem sinyal modern tanpa awak atau communication based train control (CBTC Driverless) dengan panjang lintasan 2,98 km untuk melayani 5 terminal di Bandara Soekarno Hatta dengan operasi landside.

APMS menggunakan jenis kereta automated guided transport (AGT) denga tipe side guided. Salah satu jenis LRT ini akan beroperasi dengan 3 trainset dengan konfigurasi masing-masing 2 cars berkapasitas 2.100 penumpang per jam per arah (pphpd). (omy).

Foto: akun twitter @mawaluddin

loading...