Angkasa Pura 2

14.437 M2 Lahan Eks PT MKT Pelabuhan Priok Mangkrak

DermagaMonday, 27 March 2017

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Lahan eks TPS dan Pergudangan Masaji Kargosentra Tama (MKT) atau eks Lahan 222 X Pelabuhan Tanjung Priok seluas 14.437 m2 sudah setahun lebih mangkrak atau tidak difungsikan.

Lahan tersebut sebelumnya dikontrak oleh PT Masaji Kargosentra Tama (MKT). Kemudian awal Januari 2015 Pelindo II mengeluarkan kebijakan semua lahan di Lini satu yang habis masa kontraknya tidak diperpanjang.

Selanjutnya tiga bidang lahan meliputi eks MKT, eks Dwipa Manunggal Kontena (DMK) dan Agungraya Public Warehouse (APW) diserahkan oleh Pelindo II untuk dikelola anak perusahaannya PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Namun khusus lahan seluas 14.437 m2 eks MKT tidak dapat dimanfaatkan karena ijin Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dari Bea Cukai belum keluar.

Ijin TPS menjadi sangat ditunggu mengingat lahan tersebut merupakan bagian dari lahan Container Freight Station (CFS) yang rencananya mulai diuji coba kwartal ke 2 (Juni) tahun ini.

Vice President Pengembangan Bisnis Pelindo II Guna Mulyana dihubungi via telepon membenarkan ijin TPS dari Bea dan Cukai atas lahan eks MKT belum keluar.

“Perijinannya masih dalam proses. Kita harapkan saat uji oba CFS Juni nanti perijinan sudah siap,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Pelindo II sudah menyiapkan pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok untuk dijadikan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center.

CFS adalah fasilitas penyimpanan barang impor berstatus Less than Container Load (LCL) yang masih di bawah pengawasan pabean. Sedangkan kontainer LCL yaitu kontainer impor yang isinya milik lebih dari satu orang. (wilam)