Angkasa Pura 2

Dirjen Tonny Tegaskan Pandu Harus Penuhi Kualifikasi dan Sertifikasi

Dermaga SDMSenin, 27 Maret 2017
IMG_20170327_113502

IMG-20170327-WA0013

BOGOR (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan A. Tonny Budiono menegaskan bahwa tenaga pandu harus memenuhi kualifikasi dan sertifikasi sebelum memulai tugasnya.

Untuk itu, para calon pandu harus mengikuti Diklat Pandu yang diselenggarakan Kemhub dengan masa pendidikan lima bulan.

Sesuai dengan Resolusi IMO A.960 dan amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal, pemerintah sebagai Competent Pilotage Authority diwajibkan menyelenggarakan Diklat Pandu guna memenuhi tingkat kecukupan tenaga pandu yang berkompeten dan profesional serta menjunjung tinggi martabat bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

“Penyelenggaraan diklat pandu secara berkesinambungan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi para pelaut nautika yang memenuhi persyaratan, untuk turut bergabung menjadi pandu,” jelas Tonny dalam sambutan tertulisnya, pada pembukaan Pelatihan Pandu Tingkat II Angkatan XXXIX Tahun 2017 di Kampus I PT. Pendidikan Maritim dan Logistik, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/3/2017).

Hal itu dilakukan, lanjut Tonny, guna membantu menciptakan keselamatan dan keamanan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim serta kelancaran berlalulintas di perairan, pelabuhan terminal khusus maupun perairan tertentu guna mewujudkan zero accident.

Tenaga pandu yang memenuhi kualifikasi dan sertifikasi, merupakan persyaratan pokok dan mutlak harus dipenuhi bagi penyelenggaraan pemanduan, sehingga dalam merekrut harus memerhatikan mutu seleksi penerimaan.

“Saya berharap dalam pelatihan ini dapat menghasilkan SDM pandu yang benar-benar profesional, andal, serta berdedikasi tinggi berbasis kompetensi,” imbuhnya.

Kompetensi yang harus dimiliki tenaga pandu antara lain kompetensi akademik, kompetensi profesional, kompetensi nilai dan sikap, kompetensi pemahaman lingkungan dan budaya setempat untuk menghadapi perubahan.

Tonny mengemukakan, dengan waktu yang terbatas ini para siswa pandu harus dapat menggunakan kesempatan yang berharga dengan sebaik-baiknya.

“Terus pertahankan tingkat disiplin yang tinggi agar dapat menjadi petugas pandu yang professional dan berkualitas serta dapat membawa nama baik bangsa Indonesia,” tegasnya. (omy)

loading...