Angkasa Pura 2

Wuling Harus Berkaca dari Produsen Mobil Sebelumnya

OtomotifSenin, 27 Maret 2017
Diskusi_Forwot_Peluang_dan_Tantangan_MPV_2017

Jakarta (Beritatrans.com) – Kehadiran produsen mobil asal China, Wuling Motors, di belantika pasar otomotif Indonesia banyak diperbincangkan banyak kalangan.

Terlebih lagi dalam waktu yang tidak lama lagi, Wuling Motors memastikan akan meluncurkan low Multi Purpose Vehicle, Wuling Hongguang ke pasar mobil nasional pada semester kedua tahun ini.

Dan dengan selesai pembangunan pabrik perakitannya di Cikarang, Bekasi, Wuling Motors pun optimistis bahwa mobil buatannya bisa di terima oleh masyarakat Indonesia.

“Wuling menciptakan produk dan layanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. “Itulah mengapa kami optimis bahwa kami akan diterima oleh masyarakat Indonesia dan dapat bersaing di pasar otomotif Indonesia,” kata Presiden Wuling Motors, Xu Feiyun, dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Namun, akankah mobil dari China ini mampu bersaing dengan para pemain besar yang telah lebih dulu eksis dan sudah mempunyai market masing-masing ini.

Pengamat otomotif sekaligus wartawan senior, Soni Riharto mengungkapkan bahwa kehadiran Wuling dalam jangka panjang kemungkinan bisa menjadi ancaman untuk produsen otomotif asal Jepang.

“Dengan investasi sekitar Rp 9 triliun, kedatangan Wuling pastinya tidak main-main. Lantas apakah kehadirannya harus ditakuti? Tentu saja, sebab Wuling punya pengalaman sebagai produsen MPV terlaris di negeri asalnya,” ujar Soni Riharto dalam diskusi membedah pasar mobil MPV di Indonesia yang digelar Forwot di Jakarta (24/3/2017).

Lebih lanjut Soni memaparkan, di Indonesia Wuling harus siap menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk menaklukkan pasar MPV di Indonesia. Ia mencontohkan citra merek mobil China yang sebelumnya pernah masuk ke Indonesia, seperti Geely dan Cherry, yang pada akhirnya kurang sukses.

Masalah tantangan lainnya, kata Soni adalah sampai saat ini masih banyak konsumen Indonesia yang sudah Japan-minded. Bahkan sudah peduli akan fitur-fitur keselamatan selain airbag.

Tak hanya itu saja, konsumen di Indonesia, hingga kini juga masih memikirkan resale value atau nilai jual kembali ketika akan membeli mobil.

Sementara itu pengamat otomotif lainnya, DR Yannes Martinus di kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Wuling harus melihat dari produsen mobil China sebelumnya.

“Wuling harus belajar dari produsen sebelumnya pernah masuk di segmen MPV. Selain itu, Wuling juga harus mengambil pengalaman berharga dari pabrikan lain. Jangan coba head-to-head dengan pemain raksasa,” tutur Martinus.

Berdasarkan catat Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), pasar mobil nasional di segmen MPV tahun 2014 lalu tercatat mencapai 40% dari total penjualan mobil baru. Pangsa pasar di segmen ini juga pernah sempat turun pada 2015 menjadi 35%, akan tetapi naik kembali menjadi di kisaran 40% pada 2016. [yog]