Angkasa Pura 2

Tommy Bersama Kapolda dan Gubernur Riau Jajal Keandalan Pesawat Latih STPI

Kokpit SDMRabu, 29 Maret 2017
IMG-20170329-WA0096

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Dr. Wahju Satrio Utomo (Tommy) bersama Kapolda Riau dan Gubernur Riau menjajal keandalan pesawat latih Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug.

Pesawat latih multiengie itu sudah memperkuat armada pesawat latih STPI sejak awal tahun 2016 silam. Saat ini pesawat tersebut standby di Home Based STPI di Rengat, yaitu di Bandara Japura yang menjadi salah satu sentra penerbangan taruna penerbang STPI di Tanah Air.

Dalam penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru ke Bandara Japura Rengat, mereka terbang dengan pesawat latih multiengine STPI. Penerbangan itu dilakukan dalam rangka menghadiri pembukaan Diklat Aviation Security (Avsec) gratis bagi putra-putri Rengat, Riau.

Bertindak sebagai pilot Capt. Hariri Zulda dan co pilot Capt. Novyanto Widadi, yang juga Ketua STPI Curug. Mereka terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim ke Bandara Japura pergi pulang (PP). Mereka terbang ke Rengat usai penandatangan nota kerja kersama sama bidang diklat antara BPSDMP dengan Pemprov Riau.

“Dalam penerbangan yang ditempuh sekitar 45 menit itu berlangsung lancar baik saat take off atau landing. Cuaca bagus dan mereka bisa tiba di lokasi pembukaan diklat tepat waktu, sekitar jam 10.00 WIB,” kata Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi, SIP menjawab Beritatrans.com, Rabu.

Dikatakan, kehadiran pesawat latih multiengine di STPI itu telah memperkuat dan meningkatkan kualitas diklat penerbang di STPI. “Kalau selama ini, lulusannya hanya mempunyai rating CPL single engine, sekarang bisa memperoleh rating CPL multiengine.,” kata capt. Novy lagi.

Ke depan, tam,bah dia, proses diklat penerban di kampus STPI Curug akan diefektifkan. Sesuai target pimpinan BPSDMP, seluruh siswa penerbang harus selesai selama 18 bulan diklat. Saat ini, masih ada siswa penerbang di STPI yang masih harus menyelesaikan diklatnya sebelum dilantik menjadi pilot.

“Dengan pena,bahan pesawat latih termasuk pesawat multiengine diharapkan bisa mempercepat proses diklat taruna. Mereka bisa cepat lulus sebagai pilot dengan kualitas yang makin baik,” tandas Capt. Novy.(helmi)