Angkasa Pura 2

Capt. Arifin: Waktu Efektif Kuliah Taruna Pelaut Hanya Dua Tahun di Kampus

SDMKamis, 30 Maret 2017
Capt. Sajim - Arifin

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, BPSDM Perhubungan Capt. Arifin Soenardjo, M.Hum mengatakan, proses pendidikan dan pelatihan (diklat) taruna pelaut ke depan makin cepat dan ringkas. Untuk menjadi perwira pelaut niaga, tak harus berlama-lama menghabiskan waktu di kampus.

“Untuk taruna D-IV seperti STIP, PIP Semarang, PIP Makassar, Poltekpel Surabaya dan lainnya, waktu efektif belajar di kampus hanya dua tahun. Selebihnya proses diklat dilakukan jarak jauh atau e-learning baik saat mereka praktik laut (prala) atau saat kembali berlayar menyelesaikan program D-IV,” kata Capt. Arifin menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, taruna belajar di kampus itu hanya dua tahun yaitu semester I-IV. Semester V-VI, mereka harus naik kapal mengikuti praktik laut (prala) selama setahun. “Selama di kapal, proses pembejalaran taruna dilakukan jarak jauh atau e-learning dengan dosennya di kampus,” jelas Capt. Arifin.

Dia mengatakan, begitu taruna turun kapal harus ikut ujian. Jika lulus akan mendapatkan Ijazah ANT/ATT III. Setelah itu, mereka kembali berlayar setahun dan turun mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah D-IV.

Setelah mereka mendapatkan ijazah D-IV kemudian berayar lagi setahun dan sudah bisa sekolah untuk mendapatkan ijazah ANT/ATT- II. “Proses diklat pelaut dengan IMO Models Course memang lebih efisien dan padat. Program diklat pun bisa ditempuh lebih cepat,” kilah Capt. Arifin yang juga mantan Ketua STIP Jakarta itu.

Selama berlayar dan belajar jarak jauh itu, menurut Capt. Arifin, para taruna pelaut sudah bisa mendapatkan uang dan tak harus minta uang ke orang tua. “Bagi mereka yang hemat, sudah bisa mengirimkan uang kepada orang tua atau keluarganya,” sebut pelaut kawakan itu.

Bagi taruna yang berprestasi, terang Capt. Arifin biasanya langsung direkrut dan mendapatkan beasiswa dari berbagai perusahaan pelayaran kelas dunia. Mereka itu antara lain Anthony Veder Belanda, MOL Jepang, K-Line Jepang, NYK Jepang termasuk PT Pertamina Perkapalan.

“Bagi taruna atau cadet yang berprestasi selama prala, biasanya akan langsung direkrut dan mendapatkan bayaran yang cukup besar. Jadi enak sekali menjadi pelaut itu. Mereka statusnya masih kuliah atau taruna tapi sudah mendapatkan bayaran,” terang Tommy.

Matra Sipencatar

Sipencatar Mulai 3 April 2017

BPSDM Perhubungan tahun 2017 akan menerima ribuan taruna baru dari berbagai matra, seperti laut, darat, udara dan kereta api (KA). Proses seleksi penerimaan calon taruna (Sipencatar) tahun 2017 akan dimulai Senin tanggal 3 April 2017.

Seluruh warga negara yang memenuhi syarat khususnya lulusan SMA/SMK dan sederajat bisa mendaftar dan ikut Sipencatar 2017 termasuk matra transportasi laut. “Kampus-kampus seperti STIP Jakarta dan PIP Semarang, Makassar dan Poltekpel Surabaya akan menerima taruna baru dalam jumlah banyak,” papar Capt. Arifin.

Dia menambahkan, taruna matra laut paling banyak menerima calon taruna baru. Selain itu, kebutuhan pelaut profesional di Indonesia dan dunia cukup tinggi. Pemerintahan Jokowi-JK juga tengah menggalakkan program tol laut. Implikasinya membutuhkan SDM pelaut yang profesional pula.

“Kebutuhan pelaut profesional khususnya perwira di kapal sangat tinggi. Gaji dan kesejahteraan mereka juga cukup menjanjikan. Bagi yang berminat, silakan bergabung dan masuk menjadi taruna peaut BPSDMP,” tegas Capt. Arifin.(helmi)