Angkasa Pura 2

Jika Terbukti Berbohong, Anggota DPR Miryam S Haryani Dapat Terjerat Perkara Baru

FigurKamis, 30 Maret 2017
2017-03-30 14.23.56

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Saksi kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani, besok akan dikonfrontir oleh tiga penyidik KPK terkait pengakuan adanya tekanan saat proses BAP.

Namun, jika Miryam terbukti berbohong atas alasan pencabutan BAP itu, kasus baru bakal langsung menjeratnya.

“Kalau ini benar terbukti kebohongan bersangkutan (Miryam) untuk melindungi seseorang atau kelompok, usai terungkap kebohongan itu kan tanggung jawab yang bersangkutan sendiri,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, Prof Juanda, ketika dihubungi tribunnews, Kamis (30/3/2017).

Jika terbukti berbohong, anggota Fraksi Hanura DPR itu bakal dijerat dengan Pasal 22 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang kesaksian palsu di persidangan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Akibat hukumnya kan lebih jauh lagi,” kata Juanda.

Dugaan Miryam berbohong, menurut Juanda, wajar mengingat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta yang diketuai John H Butarbutar juga meragukan keterangan mantan anggota Komisi II DPR tersebut.

“Kenapa dia cabut (BAP), sementara sikap hakim meragukan. Jadi arah kepikiran seperti itu (bohong) wajar. Sampai masyarakat menafsirkan ada intervensi dari golongan tertentu,” ujarnya.
Soal siapa yang mengintervensi Miryam, kata Juanda, “Yang tahu yang bersangkutan sendiri.”

Untuk diketahui, dalam BAP Miryam yang bocor ke publik, politikus Hanura itu banyak menyeret pihak-pihak di DPR. Utamanya, Partai Golkar dan Setya Novanto, ketua umum saat ini atau ketua fraksi partai beringin pada saat proyek e-KTP berlangsung.

“Saya pernah mengetahui dalam pembicaraan dan pembahasan Banggar/Rapat Komisi bahwa Sdr. Andi Agustinus alias Andi Narogong alias Andi adalah orang dekat dengan Sdr. Setya Novanto dan biasa mengerjakan proyek pemerintahan,” kata Miryam dalam BAP.

Pekan lalu, Andi Narogong sudah ditangkap oleh KPK, ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam tahanan.

“Bahwa Sdr. Andi Agustinus alias Andi Narogong alias Andi dekat dengan Sdr. Setya Novanto bukan rahasia umum,” ujarnya Miryam lagi.

Kepada penyidik, dalam pemeriksaan 1 Desember 2016, Miryam juga mengatakan, “Saya mendengar dalam Komisi II bahwa proyek e-KTP ini adalah milik Golkar (Kuning).”

Dalam keterangan lain kepada penyidik, Miryam juga menyebut proyek e-KT milik Partai Demokrat.

“Saya diminta diam saja/tidak perlu tahu detail dan terima saja jika ada yang memberi tahu nantinya,” kata Miryam. (lia).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari