Angkasa Pura 2

Kelangkaan Ban Truk Jenis Radial Merugikan Pengusaha Angkutan Barang

KoridorSabtu, 1 April 2017
truk-peti-kemas_20160801_091349-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha angkutan barang mengeluhkan kelangkaan ban truk jenis radial di pasaran.

Ketua Umum DPP Asisiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menduga kelangkaan ban radial ini menyusul pembatasan impor ban melalui Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 77/M-DAG/PER/11/2016 yang berlaku mulai 1 Januari 2017.

Kebijakan ini sangat merugikan pengusaha angkutan barang. Karena ban radial impor harganya sama dengan ban biasa ( bias) produksi dalam negeri. Tapi kualitas (kekuatannya ) dua kali lipat lebih lama dari ban bias,” tambah Ketum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonrsia Gemilang Tarigan, kemarin.

Tarigan dapat memahami langkah pemerintah dalam menertibkan impor ban untuk melindungi industri ban dalam negeri. Namun pemerintah juga harus melakukan pembinaan agar industri ban dalam.negeri meningkatkan kualitas produknya supaya tidak menugikan pengusaha angkutan, tambahnya.

Tarigan mengatakan industri ban dalam negeri harus meningkatkan kualitasnya supaya dapat bersaing dengan produk dari manapun secara terbuka dalam era globalisasi.

Penertiban impor ban ini membuat pengusaha angkutan barang harus menghitung lagi berapa ongkos angkut (rupiah per kilometer) dengan menggunakan ban yang tersedia di pasaran saat ini jenis bias (nylon). Karena terbukti kemampuan jarak tempuh ban bias hanya setengah dari jenis radial (kawat baja), tegas Tarigan .

Dia menambahkan kebikajan pemerintah menerapkan over load atau pengurangan tonase muatan saja sudah memaksa pengusaha truk harus menaikkan tarif (ongkos angkut).

Sekarang ditambah lagi adanya beban dari komponen ban yang sangat memberatkan mau gak mau akan mempengaruhi tarif angkutan. Karena ban menempati urutan kedua dalam biaya operasional setelah BBM. (wilam)

loading...