Angkasa Pura 2

Skybridge Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi Uji Coba 20 April 2017

Bandara Emplasemen KoridorMinggu, 2 April 2017
95be6129-1e3b-48e4-a9bd-4b628cced56f_169

SOLO (Beritatrans.com) – Jembatan penghubung atau skybridge  antara Stasiun Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi, akan mulai diuji coba pada 20 April mendatang.  Skybridge diperkirakan dapat dimanfaatkan secara keseluruhan pada akhir April 2017.

Saat ini, pembangunan jembatan intermoda transportasi itu tinggal menunggu pemasangan lift dan eskalator.

Direktur PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM), Dwiyana Slamet Riyadi, mengatakan, lift dan eskalator segera tiba di Solo.

“Ini sudah tiba di Banyumas, besok dikirim ke Solo,” katanya saat mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau skybridge, Sabtu (1/4/2017) petang.

Seperi dilansir akun @kemenhuh151, Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan infratruk baik terminal, stasiun dan bandara di Solo Jawa Tengah.

Kunjungan itu dilakukan Menhub Budi Karya usai mendampingi Menko  Kemaritiman Luhut  Pandjaitan  dalam kunjungan  kerja ke Lombok, NTB.

Fasilitas lift,  menurut Dwiyana Slamet nantinya akan lebih difungsikan bagi penyandang disabilitas. Bagi masyarakat umum, disediakan eskalator dan tangga berjalan.

PT KAI juga akan memasang mesin otomatis penjual tiket kereta atau vending machine di Terminal Tirtonadi.

“Kita pasang gate juga. Jadi hanya yang berkarcis yang bisa melewati skybridge,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Budi Karya mengatakan, skybridge merupakan bagian penting dari integrasi antarmoda transportasi. Ditambah lagi akan dibangunnya jalur kereta penghubung stasiun di Solo dan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali.

“Kita sudah tidak ngomong Solo saja, tapi juga Klaten, Madiun, dan banyak lagi. Dia yang dari Madiun naik bus, bisa langsung naik kereta api ke bandara. Atau yang dari Klaten bisa pilih ke Yogyakarta atau Solo. Intermoda ini satu kekuatan,” ujarnya.

Adapun pembangunan skybridge dibagi menjadi dua bagian. Bagian Pemerintahan Kota (Pemkot) Surakarta dibangun lebih dahulu, yakni sepanjang 437,9 meter dengan lebar 3 meter. Kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh PT KAI, sepanjang 215 meter dengan lebar 4 meter. (helmi/dtc)