Angkasa Pura 2

Sejak Oktober 2014, Susi Sudah Tenggelamkan 317 Kapal Asing Perampok Ikan

Kelautan & PerikananSelasa, 4 April 2017
SUSI 2

AMBON (BeritaTrans.com) – Sejak Oktober 2014, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberantas praktik illegal fishing sudah menenggelamkan 317 kapal asing perampok ikan.

Rinciannya, Vietnam 142 kapal, Filipina 76 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 49 kapal, Indonesia 21 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa negara 4 kapal.

Terakhir, dari Lapangan 7 Syawal, Morela Ambon, Susi memimpin penenggelaman 81 kapal culas yang berada di 12 lokasi berbeda. Kapal yang ditenggelamkan Susi pada Sabtu (01/04) berada di, Aceh 3 kapal, Pontianak 8 kapal, Bali 1 kapal, Sorong 1 kapal, Merauke 1 kapal, Belawan 7 kapal, Tarempa 10 kapal, Natuna 29 kapal, Tarakan 6 kapal, Bitung 9 kapal, Ternate 4 kapal, dan Ambon 2 kapal.

Menurut Susi, penegakkan hukum bagi kapal ikan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia akan dilakukan terus menerus. Menteri terbaik versi survei Indo Barometer ini mengatakan, penenggelaman kapal kali adalah sebagai bukti bagi penegakkan kedaulatan di wilayah Indonesia.

“Ini adalah simbol dari kemenangan kita dalam memberantas pencurian ikan, setelah beberapa tahun kita mengalami kekalahan, terutama di Indonesia Timur,” ujar Susi di Ambon, kemarin.

Susi menilai, penenggelaman kapal merupakan langkah untuk memberikan deterent effect bagi pelaku illegal fishing. Ganjaran yang diterima pelaku illegal fishing, sambungnya, sudah sesuai hukum yang berlaku dan murni karena proses pengadilan.

“Saya berharap semua murni proses pengadilan. Saya akan sangat kecewa dan marah apabila keputusan kapal pelaku illegal fishing ada campur tangan invisible hand yang mempengaruhi. Sudahlah, permainan ini selesai. Kedaulatan negara harus ditegakkan,” tegasnya seperti dikutip gatra.com.

Susi berharap, penegakkan hukum dengan menenggelamkan kapal, dapat menjadi catatan sejarah di dunia perikanan Indonesia serta menjadi motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat. “Supaya nanti masyarakat bisa tahu, ada zamannya ribuan kapal asing bebas datang mencuri ikan. Dan mereka pun tahu, Indonesia bisa mengatasi kejahatan tersebut,” pungkasnya. (lia).

loading...