Angkasa Pura 2

Kemhub Kembali Kampanyekan Zona Aman Sekolah

Koridor SDMRabu, 5 April 2017
Zona Selamat Sekolah

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) khususnya Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) kembali mengampanyekan dan mendesak semua pihak terkait segera merealisasikan Zona Aman Sekolah.

Pihak sekolah, Dinas Perhubungan dan Kepolisian di wilayah hendaknya segara menbentuk Zona Aman Sekolah serta merealisasikan dengan baik dan tepat. Dengan begitu, bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan terutama bagi anak-anak sekolah saat hendak masuk atau keluar dari kawasan sekolah masing-masing.

Dikutip dari Wikipedia.com, “Zona sekolah atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Zona Selamat Sekolah (Zoss) adalah suatu kawasan di sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan menyangkut kecepatan, parkir, menyalib, pejalan kaki yang menyeberang jalan. Pengendalian perlu dilakukan mengingat banyak anak-anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah.”

Selanjutnya, melalui akun resmi @kemenhub151, “Pemberlakuan Zona Selamat Sekolah menjadikan aktivitas belajar mengajar lancar tanpa kekhawatiran dari orangtua, guru, maupun sisw,” seperti dikutip beritatrans.com di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Korban kecelakaan lalu-lintas dengan tingkat pendidikan sekolah lanjutan atas (SLA) menempati angka paling banyak. Temuan itu diungapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, data dari Korps Lalu-Lintas POLRI.

Persentasi korban dengan latas belakang pendidikan SLA mencapai 57 persen. Angka terbanyak kedua adalah lulusan sekolah lanjutan pertama (SLP), 17 persen. Kemudian disusul lulusan sekolah dasar (SD) sebanyak 12 persen. Dan kemudian lulusan perguruan tinggi (PT) 6 persen.

Pada 2014, jumlah kecelakaan lalu-lintas mencapai 95.906, dengan jumlah korban meninggal dunia 28.897 jiwa dan luka-luka 136.581 orang.

Tingginya korban kecelakaan pada kalangan berpendidikan SLA karena faktor emosi anak muda. “Mereka lagi senang-senangnya memiliki surat izin mengemudi (SIM). Kadang-kadang mereka berkendara dengan kecepatan tinggi”

Kemhub memberi perhatian khusus kepada anak-anak muda dalam berkendara. Kemenhub melakukan sosialisasi tentang aturan berkendaraan yang baik dan benar.

Untuk mengurangi korban kecelakaan anak sekolah, Kemenhub melalukan pendidikan sejak dini tentang keselamatan di jalan. Kemenhub menyusun materi keselamatan jalan bagi anak-anak usia 3-11 tahun, usia 12-15 tahun, dan usia 16-18 tahun.(helmi)

loading...