Angkasa Pura 2

Kartini Muda yang Menjadi Instruktur Penerbang di STPI

Kokpit SDMJumat, 7 April 2017
Desy dan Dian instruktur Pilot

JAKARTA (Beritatrans.com) – Emansispasi wanita kini benar-benar masuk ke segala penjuru Tanah Air. Dunia keras dan penuh tantangan yang biasanya hanya diminati kaum lelaki, kini juga dirambah kaum hawa.

Salah satunya pilot. Kini, banyak pilot wanita di Indonesia, termasuk para lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug. Dari sekian banyak instruktur pilot di STPI, tiga diantaranya adalah perempuan.

“Mereka adalah Capt. Dina Kartika, Desy Apriliani dan Lis. Tapi yang terakhir sedang tugas road show ke daerah,” kata Kepala Jurusan Penerbang STPI Capt. Roy PS. Nainggolan kepada Beritatrans.com, Kamis (6/4/2017).

Selama ini, mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik. Saat ini, tak ada perlakukan bea dantara instruktur laki-laki dan perempan sama. “Mereka harus bertugas menghadapi siswa penerbangan juga,” jekas Capt. Roy.

Desy Kinan dan Dian

Beritatrans.com sempat mewawancarai dua diantara pilot tersebut, Kamis yaitu Capt. Dina Kartika dan Desy Apriliana. Keduanya merupakan “Kartini Muda STPI” yang ikut mendidik dan mendampingi para siswa penerbang STPI saat latihan terbang, mulai basic sampai mahir bahkan berani terbang solo.

“Biasa kok, rasanya tak ada bedanya antara pilot laki-laki dan perempuan. Sejak taruna diperlakukan sama sebagai siswa. Hanya beberapa kegiatan fisik yang tak diterapkan pada wanita, seperti olah raga ekstrim skot jump,” kata Capt. Kartika polos.

Capt. ATR di maskapai Kalstar itu sudah sejak 1996 menjadi isntruktur penerbangan di alamamaternya STPI Curug. Dia sempat magang di maskapai Transwisata Air (TWA). Dan sejak 2012 bergabung di Kalstar Air sampai dipercaya menjadi captain di pesawat ATR.

Wanita yang tinggal di daerah Tangerangm Banten itu menjalani profesinya sebagai pilot, istruktur sekaligus ibu rumah tangga bagi anak-anaknya. “Alhamdulillah, semua bisa dijalani dengan baik. Suami juga mengerti bahkan sangat mendukung,” aku pilot wanita yang memakai jilbab itu.

Yang pasti, menurut Capt. Kartika, saat ini tak ada batasan profesi lelaki dan perempauan. “Jika mau berusaha keras dan rajin belajar, apapun bisa dijalani kaum perempuan. Termasuk menjadi pilot seperti saya,” papat Capt. Kartika.

Desy dan pilott

Unik Mendampingi Siswa Penerbang

Bagi Capt Kartika dan Desy mendampingi siswa penerbangan sudah sangat banyak. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

“Cuma secara umum, siswa perempuan lebih rajin belajar dan hati-hati. Mereka lebih takut berbuat salah, sehingga berusaha sekuat tenaga untuk belajar dan menjalankan instruksi dosen dan instruktur dengan baik,” aku Capt. Kartika.

Faktanya, ada pengalaman unik saat mendampingi siswa penerbang termasuk dari kaum adam. “Pernah kita ajak manuver seorang siswa lelaki saat terbang. Karena takut maka ekspresia sampai lompat dan memeluk saya yang duduk disebelahnya saat sedang memimbing dan memberikan instruksi pada siswa itu,” kata Desy malu-malu.

Itulah romantika membimbing siswa penerbang di STPI. Sejak lima tahun terakhir menjadi instruktur, menurut Desy, sudah sangat banyak pengalaman asyik dan unik saat terbang bersama siswa-siswanya.

Desy dan wisudawan

“Tapi sebagai instruktur kita harus sigap mengatasi keadaan dan kembali fokus menerbangkan pesawat bersama siswa. Seorang pilot harus berfikir cepat dan tepat mengambil tindakan, karena resikonya nyawa. Sedetik kita terlambat, bisa berakibat vatal,” aku Desy.

Dia menambahkan, saat menjadi instruktur saya sering dituding instruktur yang paling galak dibandingkan lainnya. “Soal keselamatan itu harus tegas bila perlu galak. Jika tidak mereka akan cenderung mengabaikan keselamatan dan itu tidak boleh dalam dunia penerbangan,” tandas Desy.(helmi)