Angkasa Pura 2

Rp2,21 T Untuk Perbatasan, BPSDMP harus Siapkan SDM Transportasi Unggul

Bandara Dermaga Koridor SDMJumat, 7 April 2017
Tommy Wisuda Pilot1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah melalui APBN mengalokasikan dana cukup besar untuk membangun kawasan perbatasan, termasuk infrastruktur transportasi. Implikasiknya, ke depan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) transportasi yang profesional untuk mengoperasikannya.

“BPSDM Perhubungan yang mempunyai tupoksi mendidik dan menyiapkan SDM transportasi unggul yang siap mengimbangi dan mengoperasikan kebijakan pemerintah di bidang infrastruktur itu. Indonesia membutuhkan SDM transportasi profesional yang makin banyak,” kata Kepala BPSDMP Dr. Wahju Satrio Utomo kepada Beritatrans.com, kemarin.

Seluruh kampus transportasi BPSDMP, menurut Tommy, sapaan akrab dia, harus bisa mendidik dan menyiapkan SDM transportasi berbagai moda yang ada. “Pada saat seluruh infrastruktur dan sarana transportasi itu selesai dibangun, SDM sudah siap,” tukas dia.

Kini saatnya bagi BPSDMP dan seluruh kampus transportasi membuat program diklat termasuk crass program dan program alih profesi karyawan Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk membagun dan menyiapkan SDM unggul tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui akun resminya menegaskan, “Dalam rencana induk pengelolaan perbatasan negara 2015-2019, kami berkomitmen dukung dengan mengalokasikan Rp2,21 triliun untuk 13 provinsi,” sebut @BudiKaryaS yang dikutip Beritatrans.com di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Di bidang transportasi udara, menurut Menhub Budi Karya, ada dibangun 15 bandara baru, pengembangan bandara untuk pelayanan kargo 9 lokasi, pengembangn bandara 100 lokasi. Selanjutnya membangun terminal penumpang di 26 bandara

Lebih lanjut, papar Menhub, dengan terlayaninya 193 lintas angkutan laut perintis di seluruh Indonesia. Kemudian pembangunan kapal negara kenavigasian 41 unit dan penyelenggaraan Rute Angkutan Laut Tetapdan Teratur 13 rute.

Di bidang transportasi lain, tambah Menhub, akan dilakukan pengembangan 100 pelabuhan nonkomersil, pengerukan alur pelayaran di 65 lokasi, pembangunan 103 kapal perintis, pembangunan kapal patroli 282 unit.(helmi)