Angkasa Pura 2

Saptono: Swasta Boleh Ikut Kelola CFS Center

DermagaJumat, 7 April 2017
Peti_Kemas_Pelabuhan-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha logistik (swasta ) bisa saja kerjasama dengan Pelindo II cq PT Multi Terminal Indonesia ( MTI ) untuk mengelola Container Freight Station (CFS) Center di pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok.

Hal itu diungkapkan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono RI kepada BeritaTrans .com dan tabloid mingguan Berita Trans, kemarin. Rencananya CFS Center tersebut akan diujicoba Mei mendatang.

Lahan untuk CFS meliputi sebagian lahan (CDC ) sekitar 37.000 m2 ditambah 14.437m2 lahan dan pergudangan eks Masaji Kargosentra Tama (MKT) dan 25.201 m2 lahan Agungraya Public Warehouse (APW) yang akan habis kontraknya(BOT) tahun 2018.

Saptono mengatakan karena lahan untuk CFS Center tersebut sudah diserah operasikan kepada anak perusahaan Pelindo II (PT MTI) , katanya, pihak ketiga yang beminat harus kerjasama dengan PT MTI.

Saptono mengatakan tarif di CFS Center nantinya mengikuti tarif Pelindo II. Namun izin Tempat Penimbunan Sementara (TPS) eks lahan MKT tersebut sampai sekarang belum keluar dari KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Seperti diberitakan sebelumnya Pelindo II sudah menyiapkan pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok untuk dijadikan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center.

CFS adalah fasilitas penyimpanan barang impor berstatus Less than Container Load (LCL) yang masih di bawah pengawasan pabean. Sedangkan kontainer LCL yaitu kontainer impor yang isinya milik lebih dari satu consignee. (wilam)

loading...