Angkasa Pura 2

Indonesia Resmi Melakukan Pemanduan Kapal di Perairan Selat Malaka Hari Ini

DermagaMonday, 10 April 2017

BATAM (beritatrans.com) – Setelah sekitar 11 tahun melakukan diplomasi dengan dua negara yaitu Singapura dan Malaysia, Indoneisa akhirnya bisa melakukan pelayanan jasa pemanduan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka dan Selat Singapura mulai hari ini, Senin (10/4/2017).

Menteri Perhububungan Budi Karya Sumadi me-launching secara resmi pelayanan jasa pemanduan itu di Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau, dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut A Tonny Budiono dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I Bambang Eka Cahyana.

IMG_20170410_091647

“Pada hari ini, Senin 10 April 2017 merupakan hari yang bersejarah bagi kita bangsa Indonesia. Dimana pada hari ini kita bersama-sama menyaksikan peristiwa penting yaitu resminya beroperasinya pemanduan di Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura oleh Operator Pemanduan yang secara resmi ditunjuk Pemerintah Indonesia yaitu PT. Pelabuhan Indonesia I,” kata Menhub Budi Karya.

Menurutnya, proses beroperasinya pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura ini merupakan hasil perjuangan yang panjang Pemerintah Indonesia melalui pembahasan antar Negara Pantai (The Littoral States) yang terdiri dari negara Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam Forum Tripartite Technical Expert Group (TTEG).

IMG_20170410_092329

“Pembahasan itu mulai berhasil pada pertemuan Forum TTEG ke-41 di Jogjakarta yang ditindaklanjuti dengan pertemuan Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services in Straits of Malacca and Singapore yang diselenggarakan di Bandung pada Januari 2017 lalu,” ujar Menhub.

Sejak itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan secara resmi menyampaikan kesanggupan untuk melaksanakan pemanduan Selat Malaka dan Selat Singapura dengan target pelaksanaan pada tahun 2017.

IMG_20170410_100619

“Pemerintah Singapura dan Malaysia juga memberikan persetujuan ke Indonesia untuk melakukan pemanduan di Selat Malaka terlebih dahulu. Sebelumnya kedua negara itu menginginkan agar Indonesia mulai melakukan pemanduan pada tahun 2018 mendatang,” kata Menhub Budi. (aliy)