Angkasa Pura 2

8 Kendaraan Disita Dari Tersangka Pungli Di Pelabuhan Banjarmasin

Aksi Polisi DermagaKamis, 13 April 2017
2017-04-13-22-57-50--1223957532

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Reserse Kriminal Polri menyita empat unit mobil mewah dan empat unit sepeda motor milik Dwi Hari Winarno, salah satu tersangka kasus pungutan liar di Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan, kendaraan bermotor itu disita karena diduga hasil pencucian uang dari pungutan liar yang dilakukan Dwi selama beberapa tahun terakhir.

“Dua unit mobil merek BMW, satu merek Mini Cooper, satu mobil Honda Jazz, tiga unit sepeda motor Trail merk KTM, dan satu unit sepeda motor merek Piagio, kami sita saat penggeledahan 12 April 2017,” ucap Agung dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (13/4/2017).

Dia menambahkan, kendaraan-kendaraan tersebut kini telah dititipkan pihaknya ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, Samarinda.

Dwi Hari Winarno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar di Terminal Peti Kemas Palaran dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan polisi. Operasi itu merespons tingginya kasus premanisme bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas Palaran.

Biaya bongkar muat yang terlalu tinggi di terminal itu banyak dikeluhkan para pengguna jasa pelabuhan. Dwi merupakan sekretaris Koperasi Samudera Sejahtera (Komura).

Komura adalah koperasi tenaga kerja bongkar muat di Terminal Peti Kemas Palaran. Koperasi itu diduga dijadikan alat untuk memeras pengelola dan pengguna jasa pelabuhan di Terminal Peti Kemas Palaran.

Selain menangkap Dwi, polisi juga menangkap dua orang lainnya yang berinisial NA dan AB.

Dalam pengembangan penyidikan, polisi menetapkan Ketua Komura Jafar Abdul Gani sebagai tersangka. Penetapan Jafar dilakukan setelah penyidik menemukan barang bukti uang tunai Rp6,1 miliar dan sejumlah dokumen terkait.

Menurut Agung, dalam praktiknya, para tersangka ini diduga melakukan praktik monopoli dengan menetapkan tarif bongkar muat peti kemas secara sepihak sehingga membebani pemilik barang. (lia/sumber cnnindonesia).