Angkasa Pura 2

Menhub Yakin LRT Bakal Kurangi Potensi Kerugian Akibat Kemacetan di Jalan Raya

EmplasemenJumat, 14 April 2017
kendaraan-melintas-di-samping-pembangunan-proyek-light-rail-_170214130816-477

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meyakini keberadaan kereta ringan atau Light Rapid Transportation (LRT) dapat mengurangi potensi kerugian akibat kemacetan di jalan raya.

“Coba bayangkan potensi kerugian akibat kemacetan di jalan raya itu mencapai Rp30 triliun per tahun. Dengan adanya LRT, kerugian itu bisa dikurangi,” kata Menhub Budi di saat meninjau kesiapan angkutan lebaran 2017 di Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta, Jumat (14/4/2017).

Menhub budi mengatakan, manfaat LRT selain mampu mengurangi kerugian materi akibat kemacetan, secara otomatis tingkat kemacetannya juga berkurang. Sebab, sebagian pengguna kendaraan pribadi bakal beralih ke moda transportasi tersebut.

“Saat ini eranya harus beralih dari angkutan pribadi, termasuk sepeda motor ke angkutan massal karena banyak keuntungan yang didapat dari angkutan massal tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menhub Budi juga kembali menegaskan bahwa PT Keteta Api Indonesia akan menjadi salah satu investor proyek tersebut.

Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp27 triliun. Dana ini terdiri dari Rp23,3 triliun untuk pra sarana (pembangunan jalur kereta api), dan Rp4 triliun untuk sarana seperti rolling stock atau rangkaian kereta.

Selain PT KAI, PT Adhi Karya juga terlibat di proyek ini sebagai kontraktor dan juga akan berinvestasi untuk pembangunan depo LRT sebesar Rp1,4 triliun.

Menurut Menhub Budi, skema pendanaannya antara lain melalui Penyertaan Modal Nasional (PMN) sebesar adalah Rp9 triliun. Masing-masing diberikan kepada Adhi Karya sebesar Rp1,4 triliun dan PT KAI sebesar Rp7,6 triliun. Dan sisanya Rp18 triliun melalui pinjaman bank dan lembaga keuangan non bank.

Hingga saat ini, setidaknya ada 3 bank dan 1 lembaga keuangan non bank yang telah bersedia memberikan pinjaman, yakni Bank BNI, Mandiri, BNI, dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI). (aliy)

Foto: republika.co.id

loading...