Angkasa Pura 2

Mesin Rusak, Kapal Dengan 22 Penumpang Terlantar Di Perairan Simeulue

DermagaSabtu, 15 April 2017
images

SIMEULUE (BeritaTrans.com) – Membawa 22 penumpang, kapal KM Lobster 06 mengalami kerusakan mesin saat sedang berlayar dari Pulau Siumat ke Pulau Simeulue.

Kerusakan mesin terjadi, Jumat (14/4/2017). Akibatnya kapal terkatung-katung di tengah laut dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB berhasil dievakuasi.

Dalam kapal tersebut ada 22 penumpang terdiri dari anak-anak, orang dewasa bahkan ada wanita sedang hamil. Dalam kapal tersebut terdapat 6 anak-anak, 9 wanita termasuk wanita hamil dan sisanya laki-laki.

Koordinator Pos SAR Simeulue, Rahmat Kenedi mengaku pertama kali mendapatkan informasi ada kapal rusak mesin di laut dari nelayan di Pantai Teluk Sinabang. Mendapatkan laporan, SAR langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Alhamdulillah, selamat semua kita evakuasi, dalam operasi itu, kita kerahkan dua unit speed boat,” kata Ramat Kenedi seperti dikutip merdeka.com, Sabtu (15/4).

Menurut Kirfan (35), suami seorang ibu sedang hamil 6 bulan yang berada dalam kapal tersebut Rosinah (30) dan anaknya Hafizah Kirani (5) sempat panik saat mengetahui kapal rusak.

Ia mengetahui kapal rusak setelah ditelepon oleh istrinya, memberitahukan kapal yang dia tumpangi mengalami kerusakan mesin pada pukul 16.00 WIB kemarin.

“Saya sempat panik, apa lagi istri sedang hamil dan ada anak lagi dalam kapal,” beber Kirfan.

Sementara itu Kapten KM Lobster 06, Samiruddin mengaku mesin rusak terjadi sejak pukul 16.00 WIB. Akibatnya kapal yang ia kemudikan terkatung-katung di tengah laut, hingga akhirnya diselamatkan oleh tim SAR.

“Awalnya sempat meminta bantuan kepada nelayan yang melintas, namun tidak mampu untuk menarik kapal penumpang tersebut,” kata Samiruddin.

Pulau Siumat masih masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Simeulue Timur, salah satu pulau yang berpenghuni, dan dapat dijangkau lebih dari dua jam perjalanan laut. (lia).

Foto: ilustrasi (kompas.com).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari