Angkasa Pura 2

ALFI: Angkutan Kereta Api Petikemas Sepi , Tarifnya Masih Mahal

KoridorSenin, 17 April 2017
IMG_2524-e1461849381357-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha logistik menilai minat pemilik barang menggunakan angkutan kereta api Tanjung Priok – Gedebage (Bandung) masih rendah karena biayanya masih terlalu mahal dibanding menggunakan truk.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum ALFI DKI Jakarta, Adil Karim, Senin (17/4/ 2017) menanggapi sepinya angkutan petikemas menggunakan kereta api.

Padahal pertengahan Januari 2017 lalu tiga menteri (Menhub, Mendag dan Menprin) sudah menggelar sosialisasi bersama untuk menarik minat pemilik barang menggunakan kereta api dari Tanjung Priok – Gedebage.

Adil mengatakan tolal cost dikeluarkan bila naik kereta api Tanjung Priok-Gedebage untuk petikemas 40 feet mencapai Rp4,6 juta belum termasuk biaya trucking dari Gedebage ke gudang / pabrik pemilik barang.

Rinciannya: Tarif KA Rp3.085.000, Lift Off Lift On (Lolo) Gedebage 300.000, Lolo JICT Rp 550.000, OB JICT 250.000 ditambah PPN. Biaya tersebut belum termasuk biaya dokunen dan biaya trucking dari Gedebage ke pabrik.

Sedang bila menggunakan truk untuk petikemas 40 feet tarifnya Rp 4.250.000 sudah diantar sampai ke gudang / pabrik.

Adil mengatakan kalau mau menggalakkan angkutan kereta api petikemas manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus menghitung ulang besaran tarifnya minimal sama dengan tarif angkutan truk.

Sekum ALFI menambahkan angkutan kereta api sebenarnya cukup baik untuk digalakkan karena dapat menghemat biaya pemeliharaan jalan raya dan mengurangi kemacetan.
(wilam)