Angkasa Pura 2

Hari Ini Garuda Ajukan Calon Kepala Operasi dan Kepala Perawatan ke Kemhub

KokpitSenin, 17 April 2017
unnamed (1)

JAKARTA (beritatrans.com) – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengajukan  dua nama pejabat setingkat direksi sebagai calon Kepala Operasi atau Chief of Operation (COO) dan Kepala Perawatan atau Chief of Maintenance (COM) ke Kementerian Perhubungan, hari ini, Senin, (17/4/2017).

Pengajuan dua nama calon pejabat yang langsung bertanggung jawab ke Direktur Utama itu sebagai jawaban agar tetap terpenuhinya standar aturan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) serta standar regulasi safety operation dan mainetanance yang berlaku baik secara nasional maupun internasional.

“Kami memastikan perubahan dinamika organisasi perusahaan dalam menjawab berbagai tantangan global, tetap selaras dengan standar dan regulasi penerbangan khususnya hal-hal yang terkait aspek operasi dan maintenance,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala, N Mansury melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Pahala mengatakan pihaknya akan melakukan korespondensi intensif dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk memastikan nama-nama tersebut memenuhi kualifikasi yang ditentukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Selain itu, persetujuan dari Kementerian Perhubungan diperlukan agar kualifikasi dari dua calon tersebut memenuhi standar peraturan penerbangan sipil.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengungkapkan, kualifikasi yang harus dimiliki pejabat operasi antara lain adalah memiliki pengalaman minimal 3 tahun dalam 6 tahun terakhir sebagai pejabat kontrol operasional.
Sedangkan posisi penanggung jawab bidang perawatan atau maintenance harus ditempati orang yang memiliki kualifikasi enginer license serta telah berpengalaman minimal 5 tahun dalam pemeliharaan pesawat yang dimiliki perusahaan.

“Kalau tidak memiliki pengalaman memelihara pesawat-pesawat yang dimiliki Garuda selama 5 tahun, berarti tidak sesuai dengan aturan,” kata Agus.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia yang digelar Rabu (12/4/2017) lalu, perusahaan merombak jajaran direksi. Jabatan Direktur Operasi ditiadakan dan diganti dengan Direktur Produksi.

Perombakan jajaran direksi dengan menghilangkan jabatan Direktur Operasi tersebut menuai kritik karena dianggap melanggar CASR. (aliy)