Angkasa Pura 2

Menpar Nilai Wisman Asal Cina yang Gunakan Sriwijaya Air Kurang Terdeteksi

Bandara Destinasi KokpitSelasa, 18 April 2017
IMG-20170418-WA0002

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai wisatawan mancanegara (wisman) asal Cina yang menggunakan maskapai Sriwijaya Air kurang terdeteksi.

“Kurang terdeteksi karena kebanyakan menggunakan chartered flight. Wisatawan Cina mempunyai pangsa pasar yang sangat tebal, dan Cina adalah pasar utama Indonesia, selain Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang,” ungkap Menpar di Tangerang, kemarin.

Cina dari secondary city, kata Menpar, juga masih sangat besar size, sustainable dan spread-nya. Dari delapan direct flight yang dimiliki Sriwijaya dari Cina, tiga flight sudah full reguler.

“Nanti mohon rekan-rekan dari Kementerian Perhubungan dan dari Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I yang di Bali, lima flight ini sudah terbang, tetapi statusnya masih charter. Status dari charter semoga nanti bisa diubah ke schedule sehingga ada delapan direct flight reguler dari Sriwijaya,” tutur Menpar.

Dia mengemukakan, jika target nasional setiap airlines harus memiliki pertumbuhan atau growth sekitar 25%, ini sama seperti target pertumbuhan wisman Indonesia tahun ini.

“Target kita dari 12 juta wisman menjadi 15 juta di tahun ini, itu presentasinya growth-nya juga25%. Total armada di Sriwijaya itu mencapai 52 dan akan tambah 13 armada di tahun ini. Jika dari sisi banyaknya maskapai, Sriwijaya sudah memenuhi meskipun yang 13 itu Narrow body dan saya berharap Sriwijaya bisa membantu target wisman yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Menpar.

Commercial Director Sriwijaya Air, Toto Nursatyo menyatakan bahwa Sriwijaya Air siap menggarap wisatawan dari Cina tidak hanya menuju Bali dan Lombok saja. Tetapi juga sedang menggarap tujuan Bintan, Belitung dan Danau Toba.

“Bintan sedang kita garap, tetapi di Bintan sendiri sedang ada masalah mengenai aksebilitas,  bandaranya masih belum maksimal. Lalu ada destinasi Belitung, bandara di Belitung baru saja dibuka untuk internasional. Setelah itu ada Danau Toba,” ungkap Toto.

Toto menambahkan, Danau Toba sangat ‘seksi’ bagi wisatawan asal Cina, meski insfrastruktur bandara masih belum memadai pesawat besar.

”Di Bandara Silangit, saat ini hanya bisa dilandasi pesawat kecil saja belum bisa menggunakan pesawat kami dengan tipe 738. Selain itu, Tarakan yang akan digarap. Meski Tarakan di-enanged sebagai side trip dari Kinabalu Malaysia, tetapi tidak apa kita optimis lama-lama akan menjadi destinasi utama,” ujar Toto.

Tidak hanya itu, Manado juga akan dimaksimalkan, kota yang sudah diterbangi Sriwijaya ini cukup sukses mendatangkan wisatawan Cina.

“Berikutnya Ternate yang sangat diminati karena terdapat Morotai dan sekelilingnya. Seperti diketahui market China memang sangat suka dengan pantai,” tambah Toto. (omy)