Angkasa Pura 2

Peningkatan Fasilitas Transportasi di Wilayah BIMP EAGA Ciptakan Efisiensi Logistik

DermagaRabu, 19 April 2017
IMG-20170419-WA0065

IMG-20170419-WA0064

MANADO (BeritaTrans.com) Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub) A. Tonny Budiono mengemukakan, peningkatan fasilitas transportasi di wilayah The Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), akan menciptakan efisiensi logistik dan sistem transportasi multimoda.

“Dengan begitu maka dapat memudahkan perpindahan arus barang dan menghubungkan transportasi darat, laut, dan udara,” ujar Tonny dalam sambutan tertulis pada Pertemuan BIMP-EAGA Sea Linkages Working Group yang dibuka Kepala Kantor KSOP Kelas I Bitung, Vicktor Vikki Subroto di Manado, Rabu (19/4/2017).

Jaringan transportasi yang efisien, aman dan terintegrasi di wilayah BIMP EAGA disebutkan Tonny, menjadi hal yang vital mewujudkan potensi ekonomi daerah, juga untuk meningkatkan pariwisata dan investasi daerah.

“Hal ini sesuai dengan arahan para Menteri Transportasi BIMP EAGA untuk mendukung Sea Linkages Working Group (SLWG) guna meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan sehingga negara-negara BIMP EAGA dapat berkontribusi pada pengembangan sosial ekonomi di wilayah BIMP EAGA maupun daerah sekitarnya,” urainya.

Dia mengemukakan, para Menteri BIMP EAGA menekankan SLWG untuk tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan konektivitas laut di antara wilayah kepulauan di BIMP EAGA untuk mendukung rute pelayaran yang efisien dan berkelanjutan termasuk dalam mendukung pelayaran RORO dan cruise.

“Salah satu pembahasan pertemuan di Manado adalah persiapan pelayaran perdana kapal Ro-Ro dari Davao ke Bitung yang rencananya akan dilaksanakan akhir April 2017 bersamaan dengan KTT ASEAN yang diselenggarakan di Manila, Filipina,” katanya.

Kegiatan tersebut lanjutnya, juga akan memberikan kontribusi kepada kawasan sub regional BIMP-EAGA melalui upaya-upaya kerja sama yang berkelanjutan dalam meningkatkan konektivitas di wilayah BIMP EAGA.

“Diharapkan juga akan mampu meningkatkan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” tuturnya.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki laut yang berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga. Mereka adalah India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Republik Palau, Papua New Guinea, Australia, dan Timor Leste.

“Wilayah BIMP EAGA memiliki perbatasan laut dengan Indonesia, dan hal ini perlu mendapat perhatian serius,” tutupnya. (omy)