Angkasa Pura 2

Angkut 1.551 Boks Kontainer, Kapal CMA CGM Sandar Di Dermaga JICT Sabtu Malam

DermagaSabtu, 22 April 2017
images-6

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kapal CMA CGM Otello sedang dalam pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal raksasa milik perusahaan pelayaran asal Perancis, Compagnie Maritime d’Affretement – Compagnie Generali Maritime (CMA CGM) Otello ini dijadwalkan bakal merapat di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Sabtu (22/4/2017) malam sekitar pukul 23.00.

Demikian informasi dari akun twitter @SPJICT kepada akun twitter @eritaTrans

CMA CGM Otello adalah kapal peti kemas yang memiliki kapasitas 8.238 TEUs dan panjang 334 meter. Kapal tersebut mengangkut 1.551 boks kontainer.

Setiba di dermaga JICT, kapal akan membongkar petikemas impor sebanyak 844 Teus dan memuat petikemas ekspor sebanyak 1,967 Teus, sehingga total bongkar muat menjadi 2,811 Teus.

Berbeda dengan kedatangan kapal yang merupakan trial call pada 9 April 2017 lalu, kedatangan kapal kali ini menandai dimulainya pelayanan kapal yang terjadwal oleh kapal-kapal CMA CGM dari dan ke Terminal JICT, Tanjung Priok.

Pelayanan ini akan melayari rute ke Pelabuhan Los Angeles, Amerika Serikat secara regular tiap minggu dengan window Minggu-Senin dan dilayani dengan window time maksimal 24 jam.

Seperti diketahui, CMA-CGM membuka service baru, yakni Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services. Service tersebut akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat.

Saat ini, CMA CGM mendeploy 17 kapal yang bergantian datang ke JICT, sehingga bisa melayani servis direct call ke US setiap minggunya di JICT. Rutenya adalah Jakarta – Laem Chabang (Thailand) – Cai Mep (Vietnam) – Los Angeles – Oakland.

Untuk awal-awal servis ini memang belum memuat banyak peti kemas transshipment karena para customer masih melakukan penyesuaian dengan dokumen transshipment langsung ke US.

Namun, CMA CGM menargetkan untuk membangun volume transshipment ekspor dari pelabuhan-pelabuhan di wilayah lain di Indonesia yg dibawa oleh kapal feeder domestik untuk dibawa langsung dengan kapal CMA CGM ini ke US.

Menhub Budi mengatakan dalam keterangan resminya di Jakata, Sabtu (20/4/2017) bahwa konsep ‘Hub and Spoke’ seperti ini segera terealisasi dan Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi Hub Port di Indonesia dan ke depannya di Asia.

Pada akhir bulan Mei mendatang, CMA CGM juga akan mendeploy kapal CMA CGM TAGE, dengan kapasitas 9,365 Teus. Direct US Service ini adalah bagian dari service Ocean Alliance yang anggotanya adalah CMA CGM, COSCO, OOCL dan Evergreen, di mana dalam servis ini semua kapal dideploy oleh CMA CGM. (yog).