Angkasa Pura 2

Dirjen Agus: Maskapai Harus Layani Penumpang Sesuai Ketentuan

Bandara KokpitSabtu, 22 April 2017
IMG_20170422_173422

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masih sering terjadinya keterlambatan penerbangan atau delay dan bila terjadi perubahan jadwal, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menegaskan bahwa maskapai penerbangan harus benar- benar melayani penumpang, sesuai ketentuan.

“Pelayanan penumpang terutama kejelasan informasi dan kompensasi sebagai perlindungan hak konsumen harus jadi acuan utama bila maskapai alami keterlambatan penerbanagn atau perubahan jadwal penerbangan,” jelas Agus di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Agus mengemukakan, memang banyak faktor yang menjadi penyebab keterlambatan dan perubahan jadwal penerbangan.

“Diantaranya faktor internal maskapai maupun eksternal. Ketentuan terkait kompensasi keterlambatan penerbangan telah diatur dalam PM 89 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa ganti rugi harus diberikan oleh maskapai penerbangan apabila terjadi keterlambatan penerbangan,” urainya.

Dia mencontohkan pelayanan di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang semula hanya untuk penerbangan VVIP dan militer (TNI AU) dan kini sudah mengakomodasi jadwal penerbangan komersial.

Bila terjadi keterlambatan lantaran ada kegiatan VVIP atau militer, maka maskapai terkait tetap harus memenuhi ketentuan delay.

“Ini tidak dapat dijadikan alasan bagi maskapai untuk mengabaikan hak pelayanan bagi konsumen,” tuturnya.

Ditjen Udara kata Agus, akan mengevaluasi kekurangan yang terjadi pada Pengelola Bandara dan semua Maskapai penerbangan yang mempunyai jadwal penerbangan melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

“Secepatnya dilakukan evaluasi secara mendalam untuk meningkatkan pelayanan dan menghindari keterlambatan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta,” tutupnya. (omy)