Angkasa Pura 2

Widijanto: Tidak Mudah Bagi Pelindo II Bangun CFS

DermagaSelasa, 25 April 2017
20160411_133442-1-1-1-553x400-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tidak mudah bagi Pelindo II untuk mewujudkan fasilitas Container Freight Station (CFS) di pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok.

Hal itu ditegaskan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Widijanto dalam bincang bincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, Selasa (25/4/2017).

CFS adalah fasilitas penyimpanan barang impor berstatus Less than Container Load (LCL) yang masih di bawah pengawasan pabean. Sedangkan kontainer LCL yaitu kontainer impor yang isinya milik lebih dari satu consignee.

Widijanto mengatakan barang impor berstatus LCL sudah dari dulu ditangani forwarding dalam negeri berpartner dengan forwarding di luar negeri. Dalam bisnis barang impor LCL ini ada hal hal yang sifatnya spesifik seperti pemberlakuan sistem rabat.

“Nah kalau Pelindo II memaksakan membangun CFS di CDC yang isi barangnya dari mana? Karena pasarnya dikuasai pemain lama (forwarding),” kata Widijanto.

Lalu nasib anggota ALFI yang selama ini menggeluti impor LCL mau dikemanakan? kalau semua barang LCL harus masuk di CFS Pelindo II, tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Pelindo II sudah menyiapkan pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok untuk dijadikan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center.

Lahan tersebut meliputi sebagian lahan (CDC ) sekitar 37.000 m2 ditambah 14.437m2 lahan dan pergudangan eks Masaji Kargosentra Tama (MKT) dan 25.201 m2 lahan Agungraya Public Warehouse (APW) yang akan habis kontraknya(BOT) tahun 2018. Menurut rencana CFS tersebut akan diujicoba Juni mendatang.

Widijanto mengimbau Pelindo II agar tidak melakukan monopoli khususnya dalam bisnis barang LCL

Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra dihubungi terpisah mengatakan kendati Pelindo II membangun CFS tapi Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang selama ini telah menangani barang LCL tetap dapat hidup.
(wilam)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari