Angkasa Pura 2

Nyoman Pertanyakan Peran Pelayaran Dalam Turunkan Biaya Logistik Nasional

DermagaRabu, 26 April 2017
364855_620-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra mempertanyakan partisipasi perusahaan pelayaran dalam menurunkan biaya logistik nasional, khususnya di pelabuhan.

Bincang bincang dengan wartawan kemarin, Nyoman. mengatakan fokus pemerintah sekarang ini ingin menurunkan biaya logistik.

Dalam kaitan itu hampir semua sektor yang terkait dengan biaya logistik ikut berpartisipasi. “Bahkan ditertibkan bila dianggap kegiatannya menyebabkan biaya tinggi. Misalnya Koperasi TKBM disikat saber pungli, juga kasus pungli di berbagai kementerian terkait perijinan ikut ditertibkan,” ujarnya.

Pelindo, Bea Cukai mau pun Karantina semunya diminta berpartisipasi untuk menurunkan biaya logistik. Misalnya Terminal Handling Charges (THC) di pelabuhan utama dikaji ulang/ dievaluasi kembali.

“Saya cuma mempertanyakan pelayaran sebagai mata rantai penting perannnya dalam biaya logistik kok dari dulu diam saja, ” kata Nyoman.

“Kita tidak pernah dengar misalnya INSA akan mengevaluasi ongkos angkut barang (freight). Bahkan partisipasinya pada Tol Laut juga
tidak ada. Misalnya menyediakan kapal untuk program Tol Laut,” tutur Nyoman.

Menurut catatan, Logistics Performance Index (LPI) atau Indeks Logistik Indonesia tahun 2016 menurun dari peringkat 53 dengan skor 3,08 tahun 2014 menjadi 63 dengan skor 2,98 tahun 2016.
(wilam)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari