Angkasa Pura 2

EO yang Handle Pariwisata Jangan Mengabaikan Keselamatan Transportasi

Destinasi KoridorRabu, 3 Mei 2017
Djoko-Setijowarno MTI

JAKARTA (Beritatrans.com) – EO (Event Organizer) yang sering diminta warga untuk menangani kegiatan wisata juga harus memiliki pengetahuan dalam hal memilih bus pariwisata yang berkeselamatan.

“EO harus cedik dan bisa memilih bus pariwisata yang akan disewa untuk mengangkut wisatawan yang baik dan laik jalan. Memiliki pelayanan bagus dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada beritatrans.com di Jakata, Rabu (3/5/2017).

Dia menambahkan, EO pariwisata tidak hanya mereka yang bisa menawarkan paket wisata murah dengan menekan harga untuk tarif bus yang murah pula. Namun bus tersebut tidak berkeselamatan.

Oleh karena itu, lanjut akademisi senior itu, maka perlu pengawasan dari Pemda dan masyarakat terhadap EO yang kurang bertanggungjawab. EO yang biasa menghandle pariwisata juga harus profesional dan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan turis yang dibawanya.

“EO termasuk yang biasa menghandle paket pariwisata tidak boleh hanya mencari untung, tapi dengan cara-cara mengorbankan pihak lain,” jelas Ketua MTI Jawa Tengah itu.

Kasus kecelakaan maut di Ciloto, Cianjur Jawa Barat Minggu (30/4/2017) silam diduga banyak melanggar aturan. Bus tidak memiliki izin sebagai angkutan pariwisata. Selain itu, kelaikan bus dan awak angkutan yang membawanya juga tidak diketahui dengan pasti.

Djoko menambahkan, kasus-kasus kecelakaan maut seperti di Ciloto atau tempat lainnya harus segera dihentikan. Pemerintah dengan kewenangan yang dimiliki harus membina dan mengawasi bus pariwisata di Tanah Air.

“Bus pariwisata yang dioperasikan harus dipastikan laik jalan dan dioperasikan oleh SDM atau awak angkutan yang baik dan profesional pula,” tandas Djoko.(helmi)