Angkasa Pura 2

Ketum Aptrindo: Pengusaha Angkutan Bakal Naikkan Tarif 50 sampai 80 Persen

KoridorKamis, 4 Mei 2017
3040efe-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha angkutan barang dipastikan akan menaikkan tarif antara 50 sampai 80 persen terkait dengan rencana Kemehub menindak tegas kelebihan muatan 16 Mei 2017 sesuai amanat PM 134 Tahun 2015.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan Kamis (4/5/2017) mengatakan dengan penerapan Jumlah Berat Yang Diijinkan (JBI) sesuai buku kir, dipastikan muatan yang bisa lolos di jembatan timbang akan merosot tajam dibanding sebelumnya.

Dengan demikian satu satunya jalan keluar agar tetap bisa operasional, pengusaha angkutan terpaksa menaikkan tarif (ongkos angkut), tambahnya.

Kenaikan tarif akan bervariasi sesuai dengan Berat Jenis (BD) muatan yang diangkut. Sebagai contoh, tambahnya, muatan pakan ternak atau bungkil yang biasanya diangkut Dam Truk tentu prosentase kenaikan ongkosnya akan lebih rendah dibanding dengan muatan semen atau beras.

Dasar hitungannya sbb: Dam Tuk Jumlah Berat Broto (tekanan dua sumbu belakang dan sumbu depan) =9+9+8 =26 ton ditambah toleransi 5% =27,3 ton . Berat kendaraan 9 ton sehingga Jumlah Berat Diijinkan (JBI) atau muatan 18 ton.

Sebelumnya mereka bisa mengangkut 25 ton. Karena itu kenaikan ongkos paling tidak 50 persen, kata Tarigan.

Sebaliknya untuk ongkos angkut barang yang BD nya tinggi seperti semen, beras atau besi beton prosentase kenaikannya tentu lebih besar lagi, katanya.

Tarigan mengatakan untuk memecahkan persoalan ini anggota Aptrindo dapat memanfaatkan angkutan Ro Ro karena jalan kawasan industri umumnya klas I mampu menerima beban berat.

(wilam)