Angkasa Pura 2

Angkutan Umum Perbatasan Di Kab. Sanggau Kalbar Memprihatinkan

Koridor SDMSabtu, 6 Mei 2017
IMG-20170506-WA0006

JAKARTA (Beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang gencar membangun infrastruktur di daerah perbatasan. Tidak hanya bangunan fisik, namun kelengkapan penunjang juga sedang dibangun.

Salah satunya adalah terminal untuk penumpang dan barang. Terminal tersebut dapat dibuat terpisah atau menjadi satu kesatuan tergantung dari kebutuhan.

“Terminal penumpang erat kaitannya dengan layanan angkutan umum. Sayangnya keberadaan angkutan umum di Perbatasan Entikong khususnya Kab. Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sungguh memilukan,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno,ST, MT kepada Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Menurut dia, baik bus AKDP maupun angkutan pedesaan kondisinya di Kab Sanggau  tidak jauh beda denngan di daerah lain. “Yang beroperasi hanya kisaran 20%-40%,  dengan kondisi usia kendaraan di atas 15 tahun, bahkan ada yang di atas 20 tahun,” jelas Djoko.

Kondisi tersebut sungguh berbeda dengan di negara tetangga Malaysia. Suddh pasti bus atau angkudes yang beroperasi di Indonesia akan menjadi besi tua.

IMG-20170506-WA0008

Djoko menambahkan, kondisi ini terjadi disebabkan banyaknya taksi tidak berijin dan AAJ (angkutan antar jemput) yang banyak jumlahnya. Selain itu juga keberadaan terminal penumpang saat ini yang jauh dari pintu perbatasan (sekitar 3 km).

“Penumpang harus menggunakan ojek sepeda motor sebagai penyambung atau feeder. Sementara taksi liar dan AAJ yang berijin hanya 7 armada (10%), sedangkan sisanya 90% (63 armada) tidak berijin. Dan lokasi mangkal taksi tidak berijin dan AAJ, berdekatan dgn pintu perbatasan,” papar Djoko.

Sebagai akademisi dan Ketua MTI Jawa Tengah, Djoko mengusulkan perlunya  perhatian pemerintah Jokowi untuk menertibkannya. “Selain itu juga membangun angkutan perbatasan yang lebih baik,” tegas Djoio.(helmi)

loading...