Angkasa Pura 2

Menhub: Gunakan Transportasi Umum yang Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Emplasemen Energi KoridorKamis, 11 Mei 2017
Menhub hemat energi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah melakukan langkah-langkah dengan menetapkan beberapa sasaran kebijakan diantaranya peningkatan peran angkutan umum, peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan kualitas lingkungan. Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapan bisa menekan penggunaan energi bumi yang ketersediaannya makin menipis.

“Sektor transportasi merupakan pengguna energi bumi terbesar yaitu sekitar 46%. Jumlah tersebut terus meningkat sebesar 5,6% pertahun. Eksploitasi sumber daya energi dan pemanfaatannya itu menimbulkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan secara global,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran pers di Jakarta, Rabu(10/5/2017).

Menurutnya, mayoritas pengguna 46% energi dari sektor transportasi didominasi oleh transportasi darat. Oleh karenanya kita akan konsentrasi bagaimana kita meningkatkan atau mengurangi ketergantungan kita pada energi yang kurang ramah lingkungan.

Oleh karena itu, Menhub Budi Karya menghimbau masyarakat agar menggunakan sarana transportasi yang ramah lingkungan. Kemenhub diantaranya menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan menerapkan program-program unggulan pada transportasi perkotaan seperti Bus Rapid Transit (BRT).

Menhub hematttt

Selanjutnya membangun fasilitas integrasi angkutan umum, pembangunan dan pengembangan sistem Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) terkoordinasi, pengembangan kawasan tertib lalu lintas dan angkutan, pembangunan dan pengembangan  fasilitas pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor (pesepeda), pembangunan angkutan pemadu moda dan pengembangan angkutan perkotaan perintis/pelajar/mahasiswa.

“Pertama yang dilakukan adalah kita harus berinisiasi menggunakan transportasi yang ramah lingkungan yaitu transportasi massal. Secara sederhana Jakarta menjadi contoh, kita membuat BRT, MRT dan LRT,” papar Menhub.

Proyek LRT, MRT, BRT itu, menurut Menhub Budi Karya, bukan proyek gagah-gagahan tetapi itu suatu proyek yang tidak hanya menyelesaikan masalah-masalah kemacetan tetapi itu juga menyelesaikan masalah lingkungan dimana kita tidak tergantung dengan kendaraan seperti motor, mobil-mobil kecil yang justru mengkonsumsi energi yang tidak ramah lingkungan.(helmi)