Angkasa Pura 2

Cris Kuntadi Sampaikan Kuliah Umum di ATKP Medan

Figur SDMJumat, 12 Mei 2017
IMG-20170511-WA0026

FB_IMG_1494568044738

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tak berhenti menebar ilmu, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi memberikan kuliah umum di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan, Sumatera Utara, kemarin.

Kuliah umum tentang Akuntabilitas Kemhub ini diikuti sedikitnya 250 pejabat, pegawai, dosen, dan taruna/taruni ATKP Medan.

FB_IMG_1494568059987

“Materi yang saya sampaikan, meliputi teori New Public Management (NPM) Hood, 1991. Yaitu bagaimana mengelola birokrasi sebagaimana korporasi,” ujar Cris kepada BeritaTrans.com, Jumat (12/5/2017).

Menurut Cris, Birokrat juga harus bertindak seperti pada korporat. Ada tiga ciri NPM, yaitu modernisasi, orientasi stakeholders, dan cost eficiency.

IMG-20170511-WA0020

Modernisasi kebijakan, dikatakan Cris diimplikasikan misalnya pada pengelolaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan mengubah Satker menjadi Badan Layanan Umum (BLU), online system (simponi), pengawasan Itjen, revisi PP PNBP, konsesi, dan lain sebagainya.

“Hasilnya PNBP terus meningkat dan pada tahun 2016 tembus Rp6,80 triliun,” ungkapnya.

Sedangkan orientasi pada masyarakat dengan cara pembangunan sarana dan prasarana tranaportasi, subsidi angkutan perintis, call 151, pemastian outcome, Simadu (sistem manajemen pengaduan), dan ramp check sarana transportasi.

IMG_20170512_131435

“Yang terakhir dalam NPM adalah cost efficiency di mana di dalamnya terdapat revieu HPS atau paket pengadaan oleh Itjen,” tutur Cris.

Contoh lainnya adalah pemantauan TLHP/TLHA secara ketat, rasionalisasi/kewajaran biaya (bangunan, pengerukan, perjalanan dinas, dll), dan Sistem kendali kecurangan (Sikencur).

Menghidupkan Suasana

IMG-20170511-WA0022

Dalam kuliah umum tersebut, tampak terlihat antusias taruna/taruni mengikutinya. Untuk menghindari kebosanan, Cris pun berusaha menghidupkan suasana dan memiliki cara tersendiri yang mengundang decak kagum.

“Misalnya dengan melakukan ice breaking yang bikin happy,” kata dia.

IMG-20170511-WA0024

Pada kegiatan ini, disebutkan Cris, peserta melakukan aksi tangan kanan pegang telinga kiri dan tangan kiri pegang hidung. Lalu peserta diminta berganti tangan kanan pegang hidung
Tangan kiri pegang telinga kanan.

“Hasilnya? Peserta bingung pegang telinga dan hidung mereka sendiri,” tutur Cris sembari melempar senyum.

IMG-20170511-WA0023

Selain itu, perwakilan peserta juga diajak maju ke depan untuk menghibur teman-temannya, dengan cara yang tidak biasa. Ya, mereka diminta Cris menyanyikan lagu Burung Kakak Tua dan Topi Saya Bundar yang mengundang riuh dalam ruangan.

“Karena liriknya ditukar antara dua lagu tersebut,” tuturnya. (omy)