Angkasa Pura 2

Penataan Transportasi Perbatasan Entikong Kalbar Perlu Digenjot

Ekonomi & Bisnis KoridorMinggu, 14 Mei 2017
IMG-20170514-WA0050

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kawasan Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar) yang terdiri dari 5 desa akan segera dikembangkan menjadi pusat perkembangan ekonomi baru.  Oleh karena itu, perlu penataan transportasi baik AKP/ AKDP serta angkutan pdesaan di kawasan tersebut.

Semua perlu digenjot untuk mengejar ketertinggalan dibanding negara tetangga Malaysia. Hal itu perlu, mengingat Entikong merupakan pintu masuk ke dua negara, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam atau sebaliknya menuju Indonesia.

“Untuk mendukung itu, tentunya diperlukan sarana dan prasarana transportasi guna  mobilitas orang dan barang,” kata Keala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada Beritatrans.com di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Sekarang, lanjut dia, sudah tersedia terminal penumpang dengan ukuran 50 meter  x 80 meter. Selain itu juga didukung akses jalan dua jalur.

Ke depan, menurut Djoko, akan dibangun terminal barang dan terminal penumpang. Selanjutnmya dibangun jalan lingkar Entikong. Dan sekarang sedang dibangun jalan sejajar perbatasan dengan Malaysia.

IMG-20170514-WA0048

Sementara, untuk jalan akses atau poros utama dengan menambah dua lajur menjadi empat jalur,” papar akademisi senior itu.

Menurut Djoko, sarana transportasi umum yang beroperasi di Terminal Entikong terdiri bus AKDP dan Angkutan Pedesaan. Bus AKAP yang beroperasi dari 18 PO dengan 57 armada (yang beroperasi hanya 43 armada).

“Rute Bus AKAP melayani 7 rute, yakni Entikong-Pontianak, Entikong-Sintang, Entokong-Singkawang, Entokong-Bengkayang, Entikong-Meranti, Entikong-Sambas dan Entikong-Naga Pinoh,” tandas Ketua MTI Jawa Tengah tersebut.(helmi)