Angkasa Pura 2

Hari ini, 620 Orang Akan Ikut Seleksi Kesehatan di BP2IP Tangerang

SDMSelasa, 16 Mei 2017
Capt. Sugiyono - Herlan

JAKARTA (Beriatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang akan menerima 180 taruna baru program Diklat Pelaut (DP) lll dan 180 taruna program DP IV tahun ajaran 2017/2018. Sebanyak 620 orang akan ikut tes kesehatan yang diprediksikan selesai dalam tiga hari ke depan.

“Mulai hari ini (Selasa, 16 Mei 2016) akan dimulai seleksi kesehatan yang bertempat di kampus BP2IP Tangerang,” kata Kepala BP2IP Tangerang Capt. Sugiyono, M.M.Tr, M.Mar  saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Selasa.

Data Panitia Sipencatar BP2IP Tangerang menyebutkan, saat ini pendaftar yang masuk  untuk DP lll Nautika sebanyak 191 orang dan Teknika sebanyak 189 orang. Sementara untuk program DP lV Nautika  tercatat ada 154 orang  dan Teknika sebanyak 86 orang.

“Jadi jumlah total peserta yang akan mengikuti tes kesehatan di BP2I Tangerang mencapai 620 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” tukas Capt. Sugiyono.

Dalam pelaksanaan tes kesehatan ini, kampus BP2IP Tangerang bekerja dengan Rumah Sakit Bella Tangerang. Rumah sakit tersebut sudah mampu dan mendaatkan approval dari Ditjen Perhubungan Laut, khususnya Ditkappel.

Tes kesehatan menjadi awal Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) 2017, menurut Capt. Sugiyono, dimaksudkan untuk mencari calon taruna yang sehat secara fisik. Kesehatan harus menjadi hal pertama yang harus dipenuhi oleh setiap taruna sebelum seleksi tahap berikutnya.

“Namun bukan berarti, kemampuan intelektual bisa dikesampingkan. Setelah tes kesehatan dilanjutkan dengan tes potensi akademik (TPA), tes kesamaptaan, tes wawancara dan tes pantokir,” jelas Capt. Sugiyono.

Menurutnya,  prinsipnya  kampus itu untuk mendidik taruna menjadi orang yang pintar dan terampil  didukung dengan karakter yang baik sesuai tujuan pendidikan. Taruna transportasi BP2IP Tangerang harus dididik menjadi sosok yang prima fisiknya, profesional kerjanya dan beretika yang baik.

“Kalau ada taruna yang kurang pintar bisa dididik dan dilatih melalui diklat di kampus. Tugas kampus untuk mendidiknya. Tapi, harus dipastikan semua calon taruna sehat fisik dan psikhisnya,” tukas Capt. Sugiyono.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari