Angkasa Pura 2

Nyoman: Pembangunan CFS Center Tidak Untuk Berangus TPS Eksisting

DermagaSelasa, 16 Mei 2017
286816421844-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Rencana Pelindo II mendirikan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center di Pelabuhan Tanjung Priok tidak untuk membunuh Tempat Penimbunan Sementara (TPS) eksisting yang selama ini sudah menangani kargo impor berstatus Less than Container Load (LCL).

Hal itu ditegaskan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP)Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra menanggapi masih simpang siurnya informasi soal maksud pendirian CFS Center.

Ada yang menyebut dengan pendirian CFS Center oleh Pelindo II sekitar 11 TPS yang selama ini sudah menangani barang impor LCLbakal ditutup.

Nyoman menegaskan nantinya diserahkan kepada pengguna jasa (pemilik barang LCL/wakilnya) mau pakai fasilitas mana? Mau pakai CFS Pelindo II boleh mau pakai TPS di luar silakan.

Sebaliknya bagi pengelola TPS yang menangani kargo impor LCL bebas milih mau tetap kolala TPS lama boleh mau kerjasama dengan Pelindo II di CFS Center boleh, kata Nyoman.

MOLOR

Lahan untuk CFS meliputi sebagian lahan (CDC ) sekitar 37.000 m2 ditambah 14.437m2 lahan dan pergudangan eks Masaji Kargosentra Tama (MKT) dan 25.201 m2 lahan Agungraya Public Warehouse (APW) yang akan habis kontraknya (BOT) tahun 2018.

Namun rencana pendirian CFS Center Pelindo II sampai sekarang terkesan molor. Semula direncanakan mulai uji coba Juni mendatang tapi sampai sekarang belum ada tanda tanda persiapan mau terlaksana.

Misalnya Tempat Penimbunan Sementara (TPS) eks lahan MKT tersebut sampai sekarang ijinnya belum keluar dari KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. (wilam)