Angkasa Pura 2

Diikuti 130 Peserta, Ini Peraturan Bidang Perhubungan Udara yang Disosialisasikan

Bandara KokpitKamis, 18 Mei 2017
IMG-20170518-WA0019

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Menurut Kepala Bagian Hukum Ditjen Perhubungan Udara Endah Purnama Sari, Sosialisasi dilakukan sebagai salah satu cara untuk melakukan debirokratisasi dan deregulasi.

“Tujuan sosialisasi ada dua, yaitu menginformasikan yang belum tahu dan yang kedua untuk menerima umpan balik,” kata Endah di Bandung, Kamis (18/5/2017).

Endah melanjutkan, dari hasil diskusi dalam sosialisasi ini nantinya akan dipakai untuk mengembangkan dan melakukan perubahan regulasi yang tidak sesuai dengan implementasi di lapangan.

Sosialisasi dihadiri lebih dari 130 peserta. Terdiri dari internal Ditjen Perhubungan Udara seperti Kepala Otoritas Bandar Udara dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara seluruh Indonesia.

“Selain itu juga diikuti eksternal Ditjen Perhubungan Udara diantaranya operator bandar udara (PT. Angkasa Pura I dan II), operator navigasi (AirNav Indonesia) dan maskapai penerbangan.

Ada lima aturan yang disosialisasikan Ditjen Perhubungan Udara. Ini dia peraturannya :

1. Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 155 tahun 2016 tentang Pembatasan Usia Pesawat Udara Untuk Angkutan Udara Niaga; dan KP. 289 tahun 2016 tentang Penerbitan Pertimbangan Teknis Untuk Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru.

2. Peraturan Menteri Perhubungan nomor KP 112 tahun 2017 tentang Tata Cara Pengelolaan Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (Slot Time) Bandar Udara

3. Peraturan Menteri Perhubungan nomor KP 008 tahun 2017 tentang Tatanan Jaringan Komunikasi Penerbangan

4. Peraturan Menteri Perhubungan nomor KP.038 tahun 2017 tentang Apron Management Service

5. Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 58 tahun 2016 tentang Amandemen/ Perubahan PM 90 tahun 2013 tentang Keselamatan Pengangkutan Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara. (omy)