Angkasa Pura 2

Dirjen Agus: Penganiayaan Petugas Bandara Harus Diproses Hukum

Bandara KokpitKamis, 18 Mei 2017
IMG-20170509-WA0009

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dengan tegas menyatakan bahwa penganiayaan terhadap petugas penerbangan yang sedang melaksanakan tugas tidak dibenarkan.

“Pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Agus di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Pernyataan tegas Agus tersebut menanggapi kejadian pemukulan karyawan operasional Airnav atas nama Hardianto oleh pengawal Bupati Nabire di Bandara Nabire, Papua pada Selasa (16/5/2017).

“Penganiayaan pemukulan tersebut tidak bisa ditolerir karena sudah termasuk tindak kriminal. Apalagi saat itu petugas Airnav sedang melaksanakan tugas terkait dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pelakunya harus diproses secara hukum yang berlaku,” ujar Agus.

Menurut Agus semua pihak yang berkepentingan harus menaati peraturan dalam penerbangan, baik itu terkait keselamatan, keamanan dan bisnis penerbangan.

Terkait kejadian ini, aturan yang dimaksud adalah UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan PP (Peraturan Pemerintah) no 77 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan  Layanan Navigasi Penerbangan di Indonesia.

“Aturan-aturan penerbangan di Indonesia itu dibuat berdasarkan aturan Internasional yang sudah dilakukan penelitian secara detil dan menyeluruh oleh pihak-pihak yang berkompeten. Jika dilanggar, implikasinya besar dan banyak sekali,” imbuhnya.

Apalagi ini berkaitan dengan navigasi penerbangan. Jika dilanggar bisa menyebabkan kecelakaan dan hilangnya nyawa manusia. Oleh karena itu harus dipatuhi oleh siapapun.

Agus mengingatkan bahwa petugas Airnav dan petugas lain di penerbangan tidak mempunyai kepentingan dengan klien (penumpang) sebuah maskapai penerbangan.

Dengan demikian, seharusnya tidak ada alasan bagi klien maskapai penerbangan untuk mendatangi dan komplain kepada petugas penerbangan yang sedang bertugas.

“Klien maskapai penerbangan harus ditangani maskapai tersebut dan tidak boleh dilemparkan tanggungjawabnya kepada petugas penerbangan,” tutur dia.

Agus menyatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak yang berwajib untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. (omy)