Angkasa Pura 2

Antisipasi Unjuk Rasa, Mabes Polri Kirim 200 Personel Brimob Ke Pontianak

Aksi PolisiJumat, 19 Mei 2017
273729_brimob_641_452

PONTIANAK (BeritaTrans.com) – Sebanyak 200 personil dari kesatuan pasukan pelopor resimen kelapa II Brimob kelapa dua Mabes Polri, tiba di Bandara Supadio, Pontianak, pada Kamis 18 Mei 2017 malam.

Kedatangan ratusan personil ini merupakan bantuan dari Mabes Polri untuk melakukan pengamanan antisipasi aksi massa pada tanggal 20 Mei mendatang, yang mana beredar informasi di tanggal tersebut akan adanya pergerakan massa dalam jumlah besar yang bertepatan dengan acara Gawai Dayak.

Kombes Pol H Agus Tri Heriyanto selaku Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar mengungkapkan, ada 200 personil yang didatangkan oleh Mabes Polri untuk diperbantukan pengamanan aksi 20 Mei oleh kedua kelompok massa.

“Untuk pengiriman personil dibagi menjadi dua rombongan kedatangan di bandara Supadio, yang pertama sebanyak 11 orang dan rombongan kedua nantinya 189 orang menggunakan pesawat komersial”, kata Kombes Pol Agus Tri Heriyanto, saat dijumpai di Bandara Supadio.

Nantinya ratusan personil ini akan ditempatkan SPN Pontianak dan renanya pasukan elit kepolisian ini berada di kalbar selama satu minggu hingga tanggal 25 Mei mendatang, dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga kalbar. Selain itu ratusan personil ini akan ditempatkan di dua titik kumpul kerumunan massa oleh kedua kelompok.

“Nanti ratusan personil bantuan ini akan ditempatkan di masjid Mujahidin dan rumah adat radangk yang mana menjadi titik kumpul kerumunan massa”, ujar dia.

Dalam pengamanan aksi tanggal 20 Mei, Agus pastikan akan menggunakan secara persuasif kepada kedua kelompok massa tersebut jika adanya masih dinilai kondusif.

“Selama aksi bisa kita atur, kami akan akan menggunakan secara persuasif selama aksi tersebut”, tegas dia

Sebelumnya aksi 20 Mei dilatari oleh sekolompok massa yang tidak terima ulama mereka dipulangkan secara paksa oleh petugas kepolisian dimana sebelumnya Gubernur Kalbar Cornelis, menolak kedatangan para ulama tersebut yang dinilainya mengandung provokasi kepada umat muslim di kabupaten Mempawah beberapa waktu yang lalu demi menjaga kesatuan NKRI.

GUBERNUR: AMAN
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengharapkan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 di Pontianak yang bersamaan dengan Aksi Damai Bela Ulama pada 20 Mei 2017 berlangsung aman. “Kegiatan itu hak masing-masing, yang penting tidak mengganggu orang lain,” kata Cornelis di Pontianak, Kamis 18 Mei 2017.

Terkait aksi damai yang akan dilaksanakan oleh ormas dan umat Islam Kalimantan Barat, menurutnya itu merupakan hal yang wajar. Ia mempersilakan warga yang akan melakukan aksi itu untuk turun ke lapangan dengan catatan tidak anarkistis. (Baca: Tolak Radikalisme, DPRD NTT Surati Presiden Jokowi)

Cornelis menegaskan, pelaksanaan Pekan Gawai Dayak akan tetap berjalan karena merupakan agenda nasional. Selain itu, acara Dayak tersebut akan dihadiri beberapa tamu dari kedubes negara-negara sahabat. Bahkan, kata dia, Polri dan TNI sudah menyiapkan pasukan pengamanan dua acara tersebut.

“Soal itu masyarakat jangan khawatir, saya pastikan, negara hadir di tengah masyarakat. Kita ada Polri dan tiga matra TNI, kita juga punya pemerintah provinsi dan pemkot Pontianak, yang sudah siap untuk mengamankan daerah kita,” tutur Cornelis. (dien).