Angkasa Pura 2

Enam Investigator KNKT Selidiki Kecelakaan Bus Kitrans di Ciloto

KoridorJumat, 19 Mei 2017
Bus_KITRANS_KNKT_2017

JAKARTA (Beritatrans.com) – Enam investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki penyebab kecelakaan tabrakan beruntun antara Bus Pariwisata Kitrans B-7057-BGA dengan beberapa kendaraan di Jalan Raya Puncak Ciloto, Jawa Barat, pada 30 April 2017.

Investigasi kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) ini diawali dengan melakukan pemeriksaan para saksi yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan.

Menurut keterangan para saksi diketahui bahwa tepat pukul 10.00 WIB, kondisi lalu lintas dari arah Cianjur menuju Bogor mengalami kemacetan dikarenakan jalan ditutup sedangkan arah sebaliknya arus lalu lintas tersendat.

Mobil bus Kitrans mengalami kesulitan pemindahan porseneling ketika melewati Kepolisian Resort (Polres) Cianjur atau tepatnya sekitar 500 meter sebelum lokasi kecelakaan. Bus Kitrans melaju agak ke kanan sehingga melewati marka jalan ketika bus melewati Rumah makan “Bumi Aki”.

Setelah melakukan wawancara dengan para saksi yang mengetahui kecelakaan bus ini, maka selanjutnya Tim KNKT melakukan investigasi kondisi sarana bus yang berada di Polres Cianjur. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa bukti sementara seperti : patah selang besi nipple di sumbu 1 sebelah kanan, fleksible selang rem sumbu 1 sebelah kanan sobek dan super struktur mengalami korosi.

Pemeriksaan juga dilanjutkan pada kendaraan lain yang berada di Kantor Kepolisian Sektor (polsek) Pacet dan tim KNKT menemukan 3 mobil penumpang dan 5 sepeda motor mengalami rusak berat.

Sebelum mengakhiri investigasi kecelakaan bus Kitrans, tim KNKT menuju lokasi kecelakaan. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi prasarana yang ada. Pada pemeriksaan ini ditemukan beberapa bukti sementara yaitu : kondisi ruas Jalan Raya Puncak Ciloto atau tepatnya sekitar 200 meter menjelang lokasi kecelakaan terdapat kemiringan jalan yang memanjang dengan rata-rata 5,5º.

Sementara itu, Tim KNKT juga tidak menemukan rambu batas kecepatan pada daerah rawan kecelakaan yang merupakan daerah perbukitan. [yog]