Angkasa Pura 2

Kemhub Dorong Penggunaan Angkutan Umum yang Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Dermaga Emplasemen KoridorJumat, 19 Mei 2017
Trans Umum Ramah

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus kampanye dan peningkatan penggunaan transportasi umum yang baik, ramah lingkungan sekalius mengurangi kemacetan lalu lintas khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya,

Kemhub melalui berbagai program ikut membangun dan membantu pembangunan angkutan umum, seperti bus rapit transit (BRT) di di Jabodetabek dan berbagai kota besar di Indonesia, Seperti Bandung, Semarang, Surabaya dan lainnya.

Kemhub juga bersinergi dengan BUMN dan Pemda di tanah Air membangun angkutan umum seperti LRT, KRL, KA Bandara, kapal laut, dan lainnya yang jauh lebih hemat BBM bahkan menggunakan energi listrik yang dikenal bersih dan ramah lingkungan.

Melalui akan resmi @kemenhub151 disebutkan, “Kemenhub terus menghimbau masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi yang ramah lingkungan.”

Masih menurut akun tersebut juga dipsting, “Sektor transportasi merupakan pengguna energi bumi terbesar, yaitu sekitar 46% dan meningkat 5,6% per tahunnya.”

Jika masyarakat mau beralih menggunakan kendaraan umum dam meninggalkan kendaraan pribadi, diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta dan kota-kota besar lain di Tanah Air.

Sarana dan Fasilitas Transportasi

Data yang dihimpun Beritatrabs.com, Pemerintah bersama pemangku kepentingan lain serius membangun dan memperkuat transportasi umum, baik yang berbasis rel, bus atau jalan darat, kapal dan lainnya.

Sampai tahun 2019 mendatang, lebih dari 3.000 bus akan dibangun dan dioperasikan sebagai angkutan umum atau BRT di berbagai daerah. Selain itu, beberapa proyek KRL, LRT dan reaktiviasi jaringan KA di Tanah Air juga dioptimalkan.

Sementara, untuk moda transportasi laut, pemerintah tengah membangun 300 kapal berbagai jenis dan tipe. Termasuk kapal-kapal perintis untuk angkutan penumpang dan ternak. Semua itu menjadi bukti nyata, pemerintah peduli dan serius membangun dan memberdayakan angkutan umum yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Dari sisi SDM, Kemhub melalui BPSDM Perhubungan menyediakan anggaran sampai Rp300 miliar untuk mendidik dan menyiapkan SDM transportasi berbagai moda. Sekitar 48.000 orang terutama dari daerah yang mengalami kesenjangan serta alumni pondok pesantren akan didik dan dilatih menjadi SDM transportasi secara gratis, (helmi)