Angkasa Pura 2

Banyak Kecelakaan, Momentum Membenahi SDM Transportasi Baik Regulator Atau Operator

SDMSabtu, 20 Mei 2017
IMG-20170520-WA0126

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kecelakaan transportasi masih terus  terjadi dan korban jiwa terus  berjatuhan.  Masalah ini yang harus menjadi perhatian semua terutama membenahi kualitas sumber daya manusia (SDM) transportasi di Tanah Air.

Mulai kecelakaan bus pariwisata,  kecelakaan beruntun baik di ruas tol Cipularang atau tol Cipali. Kasus kecelakaan kapal juga tak kalah seramnya, termasuk KM Sentosa l yang terbakar di perairan Masalembo dan menghanguskan seluruh kendaraan yang dibawanya.

Kasus itu makin pilu pasca terjadinya  tabrakan antara mobil Avanza dengan KA Argo Bromo di daerah Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (20/5/2017) pagi yang menelan 4 korban jiwa.

“Kasus tersebut, ujung ujungnya masalah human juga. Jadi memang sangat perlu menjadi perhatian kita semua masalah SDM Transportasi ini, baik dari sisi operator maupun regulatornya,” kata mantan Kepala Badan Diklat Peruhubungan Dedi Dharmawan  melalui pesan pendek yang diterima Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu petang.

Untuk me-runing transportasi yang aman dan selamat, selain kelaikan alat transportasi, menurt Dedi, diperlukan kelayakan kualitas SDM dari dua sisi itu.

“Demikian juga dari sisi customer atau konsumen, sangat diperlukan sosialisasi tentang keamanan dan keselamatan transportasi yang tidak bosan dan tidak membosankan,” jelas Dedi lagi.

Dia menyebutkan, sedikit banyak customer pun harus care masalah keselamatan transportasi. Customer uuga harus peduli dan ikut menjaga tegaknya aturan keselamatan transportasi apapun modanya dan dimanapun berada.

Menurut Dedi, sepertinya perlu dihidupkan lagi Komite Pengawas Mutu Diklat Transportasi, yang independent dan bertanggung jawab langsung kepada Menhub,.

“Mereka bertugas untuk meneliti dan mengawasi Diklat Bidang Transportasi dan memberikan rekomendasi berkala kepada Menhub untuk kemudian jika perlu, dapat ditindak lanjuti oleh unit yang kompeten,” kilah Dedi.

Alumni ITB itu menambahkan, “Mari kita jadikan hari Kebangkitan Nasional tahun 2027 ini sebagai pengungkit semangat peduli keselamatan, dengan Moto : Efficient is important but safety is Paramount… At al cost,” tegas Dedi.(helmi)