Angkasa Pura 2

Ketum Aptrindo: Kecelakaan Beruntun Di Cipularang Diduga Karena Abaikan Aturan Angkutan Kontainer

KoridorSabtu, 20 Mei 2017
9c7565d9-dc83-4b91-b989-6bd5baf7748a

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha angkutan barang (truk/trailer) diimbau agar memprioritaskan keselamatan berlalulintas dengan mematuhi berbagai aturan termasuk menyesuaikan antara spesifikasi head truk dengan muatan yang diangkut.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, Jumat (19/5/2017) setelah mengevaluasi kecelakaan beruntun (17 dan 18 Mei) di Cipularang yang melibatkan trailer angkutan petikemas.

Terkait dengan kecelakaan beruntun tersebut Tarigan, menduga ada regulasi angkutan barang yang tidak dipatuhi. Ini tidak boleh lagi terjadi di masa mendatang.

“Saya hanya mengimbau agar semua pihak terkait (pengusaha angkutan , sopir, pihak.pelabuhan/terminal petikemas dan polisi) menegakkan aturan seperti larangan satu kendaraan membawa dua boks kontainer (kombo) dan head truk yang membawa kontainer spesifikasinya harus sesuai dengan ketentuan.

Kontainer ukuran 40 kaki harus diangkut dengan kendaraan tronton memiliki tiga sumbu dengan 10 roda. Kontainer 40 kaki tidak boleh ditarik oleh truk engkel.dengan 6 roda katanya.

Untuk menegakkan regulasi angkutan barang khususnya kontainer harus semua pihak peduli mulai dari kepatuhan pengusaha angkutan, terminal petikemas dan kepolisian.

Pihak paling.bertanggungjawab tentu pengusaha angkutan dan sopir harus mematuhi aturan yang ada. Tapi kalau pengusaha / sopir nekat melanggar misalnya mau memuat dua boks kontainer dalam satu kendaraan, pihak terminal petikemas mesti menolaknya. Jika masih lolos juga petugas polisi diharapkan melakukan penindakan di jalan raya.

Tarigan mengatakan Aptrindo beberapa bulan lalu sudah mendeklarasikan “Truk Plopor Keselamatan “. Karena itu dia minta semua pengusaha angkutan barang mulai memprioritaskan keselamatan berlalulintas. (wilam)