Angkasa Pura 2

Musibah Kapal Yang Tak Pernah Kelar

Dermaga Perspektif Bang AweSabtu, 20 Mei 2017
images-18

BEKASI (BeritaTrans.com) – Jasa transportasi laut di Indonesia seperti menghitung waktu saja untuk kembali terulang dalam musibah. Dan bangsa ini membutuhkan lebih cerdas lagi untuk menghentikannya.

Paling anyar adalah terbakarnya kapal KM Mutiara Sentosa 1 di perairan Kepulauan Masalembu, Madura, Jawa Timur, Jumat (19/5/2017). Musibah ini tentu saja menambah daftar panjang kecelakaan laut.

Begitu banyaknya kapal yang tenggelam, kandas, tubrukan dan terombang-ambing di laut akibat mesin mati menjadi wajah buruk di tengah hasrat gede pemerintahan Jokowi-JK membangun kekuatan maritim.

Hasrat itu tidak diiringi oleh jaminan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim. Padahal kecelakaan transportasi laut menyebabkan hilangnya nyawa anak bangsa, tergerusnya investasi kalangan pelayaran, dan menjadi ancaman serius terhadap arus logistik nasional.

Baik, mari kita telusuri data sebagian perkara musibah kapal sejak Januari 2017. Data memperlihatkan belum ada solusi efektif untuk menekan kecelakaan transportasi laut. Jauh panggang dari api bila dihadapkan dengan semangat zero accident.

The rulling class tampak gagap dan panik saat musibah terjadi. Aksi lanjutan terhadap musibah juga cenderung tidak melalui kajian matang. Hanya sekadar menambal image negatif di hadapan publik.

Contohnya terbakarnya kapal Zahro Express dalam pelayaran dari Dermaga Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Setelah kebakaran, solusi yang diambil adalah pengerahan kapal oleh PT Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Bukan solusi dengan pendekatan kesisteman, wabilkhusus manajemen keselamatan. Termasuk di dalamnya pengelolaan operasional kapal di pelabuhan dan pengetatan penggunaan alat keselamatan terhadap operasional kapal ojek.

Dengan pendekatan manajemen keselamatan, maka diharapkan operasional kapal rakyat itu tanpa membawa potensi ancaman terhadap keselamatan.

Contoh lainnya adalah kapal KM Mutiara Sentosa 1. Masih lekat dalam ingatan publik bahwa kapal ini pernah mengalami musibah kehabisan BBM sehingga puluhan jam terombang-ambing di laut.

Kapal yang mengangkut 180 penumpang yang berangkat dari Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Surabaya, dikabarkan kehabisan bahan bakar di tengah laut, Jumat (3/2/2017).

Kapal tersebut sudah sekitar puluhan jam mengapung di tengah laut di sekitar perairan pulau Madura. Kondisi penumpang sudah lemas karena kehabisan bahan makanan dan minuman.

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak telah rampung menginvestigasi perkara tersebut.

“Kami telah memeriksa nakhoda, KKM (kepala kamar mesin) dan pihak agen. Juga cek silang kepada pihak terkait, termasuk Pertamina,” ungkap Syahbandar Tanjung Perak Capt. Hari Setyobudi, kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Kamis (16/2/2017) sore.

Dalam pemeriksaan, nakhoda dan KKM mengaku memuat BBM dengan jumlah pas-pasan untuk satu voyage. “Jumlah BBM di-press, ngepas saja, tanpa memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan selama kapal berlayar,” tutur Hari kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans.

Jumlah BBM yang dimuat sesuai pengakuan nakhoda dan KKM, mantan Syahbandar Tanjung Priok itu mengutarakan dicek silang dengan pihak Pertamina. Ternyata memang jumlahnya sama.

Terhadap fakta tersebut, syahbandar juga mempertanyakan kepada pihak maskapai pelayaran dan agen PT Atosim Pelayaran Lampung. “Kami juga menegur pihak maskapai dan agen. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi karena berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Hasil investigasi itu, Hari Setyobudi mengungkapkan sudah disampaikan kepada Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono. “Dalam laporan kami, juga disampaikan usulan tentang sanksi, yang dapat dijatuhkan,” tuturnya.

Entah sanksi apa yang dijatuhkan Ditjen Perhubungan Laut terhadap perusahaan pelayaran tersebut. Yang pasti publik dikejutkan oleh fakta bahwa kapal Mutiara Sentosa 1 tetap berlayar di rute yang sama dan pada Jumat (19/5/2017) terbakar.

DATA KAPAL TERBAKAR

Kapal Samugara III
Kapal Tongkang Minyak (TM) Samugara III memvawa BBM solar melwdak dan terbakar di perairan barat Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (8/5/2017) malam sekitar jam 22.00.

KM Asia Prima I
Sebelumnya juga terjadi kebakaran sarana transportasi laut. Kapal kargo, KM Asia Prima I, terbakar di perairan dekat dermaga domestik Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (5/5/2017) siang.

Kapal Deby
Terbakarnya kapal penumpang sebelumnya juga terjadi di Kepulauan Seribu, Kamis (27/4/2017) pagi. Kapal cepat Deby dengan 22 penumpang terbakar dalam pelayaran dari dermaga Marina Ancol menuju Pulau Ayer.

Tanker SPOB Kapuas
Kapal tanker milik Pertamina, SPOB Kapuas, terbakar di lokasi 41 mil laut Pulau Belitung, Bangka Belitung, Senin (25/4/2016). Kebakaran terjadi di Pump Room.

Kebakaran terjadi pukul 11.30 WIB, namun pada pukul 12.00 WIB api sudah berhasil dikuasai. Dalam peristiwa kebakaran tersebut dua orang ABK bernama Abdi asal Medan dan Masrul asal Jakarta mengalami luka bakar.

Tanker Layar Samudera
Satu ledakan keras terjadi dari dalam kapal Tanker Layar Samudera yang sedang berlabuh di Teluk Ambon, Jumat (21/4/2017).

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIT itu menyebabkan dua kru kapal dan seorang pekerja di kapal tersebut mengalami luka bakar serius.

Tanker Sapta Samudra
Kapal tanker Sapta Samudra yang sedang naik dock di PT Bandar Abadi, Tanjunguncang, Batam, terbakar, Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapal LCT
Ledakan kapal Landing Craft Tank (LCT) terjadi di bengkel perkapalan di area PT RKR, Jalan Padat Karya, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (19/4/2017). Seorang pekerja tewas di lokasi kejadian, dan dua warga lainnya luka ringan.

Kapal Pupuk Sriwijaya
Kapal milik PT Pupuk Sriwijaya terbakar saat dock di galangan Daya Radar Utama, Lampung, Selasa (18/5/2017).

KLM Bunga Indah
Pada Selasa (18/4/2017), juga terjadi kebakaran menghanguskan KLM Bunga Indah milik Haji Joding saat sedang mengangkut 300 ton sawit dan pupuk, Selasa (18/4/2017).

Kapal bermesin 149 GT itu terbakar tak jauh dari Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

kapal-tanker-samudra-biru-168_20170407_085524-553x393

Tanker Pertamina Lagi
Tiga orang tewas dalam peristiwa meledaknya kapal Pertamina yang sedang dalam tahap perbaikan di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Korban tewas mengalami luka bakar 100 persen, demikian pengakuan penjaga kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pirngadi, Tulang Marisi, Medan, Selasa (14/4/2015).

KMP Mutiara Persada III
Kapal Roll On Roll Of (RORO) KMP Mutiara Persada III, terbakar di Selat Sunda tepatnya di sekitar Perairan Pulau Tunda, Minggu (9/4/2017) malam.

Kapal yang akan berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Priok dari Pelabuhan Panjang Lampung ini terbakar, setelah salah satu mobil box yang ada di atas kapal pecah ban dan menimbulkan api.

Tanker Samudera Biru 168
Kapal terbakar terjadi dalam musibah tabrakan di Sungai Kapuas di wilayah perairan Km 10 Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (7/4/2017) dini hari.

Kapal yang tabrakan yakni, KM Rokan Permai bermuatan kernel dengan Tanker Samudera Biru 168 bermuatan bahan bakar minyak (BBM).

Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono S.Ik mengatakan, kecelakaan air terjadi, Jumat (7/4/2017) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Tanker Samudra Biru 168 bermuatan BBM, membawa Pertalite dan Pertamax sebanyak 3.200 Kl,”ujarnya.

Laka air terjadi tepatnya di area Sungai Kapuas titik kordinat 0°.01’176″ N – 109° 15′ . 652″ E, tepatnya Didepan PT. ERA JAYA Km 10 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

Akibatnya kapal tanker yang membawa BBM mengalami kebakaran.

Tanker tengah membawa 22 anak buah kapal (ABK) beserta pandu kapal yang dipimpin nahkoda bernama Ishak dan juru mudi, Junaidi.

Sementara KM Rokan Permai saat itu membawa 16 ABK berserta 1 orang pandu kapal yang dipimpin nahkoda Johanis Viani Rambing. Kapal ini bermuatan kernel rute Pontianak-Dumai.

KM Jasa Laut
Pada Jumat, 31 Maret 2017, kapal KM Jasa Laut pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Jepara ke Karimunjawa, Jawa Tengah, meledak di Pelabuhan Jepara. Tiga anak buah kapal (ABK) dan nakhoda kapal terluka.

3 Kapal Di Benoa
Tiga kapal terbakar yakni satu unit Kapal Sanjaya 12 milik PT SBU dan dua kapal Naga Mas yang masih baru milik PT Baramundi yang tengah sandar di dermaga barat-utara, tepatnya di dermaga depan PT Jaya Kota, Pelabuhan Benoa, Minggu, 19 Maret 2017.

KM Eka Jaya
KM Eka Jaya yang sandar di Dermaga barat Pelabuhan Muara Baru Jakarta Utara, Kamis (16/3/2017) terbakar.

KM Cantika Lestari 77
Kapal KM Cantika Lestari 77 terbakar pada Selasa (14/3/2017) petang. Kapal terbakar saat bersandar di galangan kapal di Aer Tembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Sebanyak 18 ABK berhasil menyelamatkan diri.

KM Mentari Perkasa
Kapal Mentari Perkasa yang berlayar dari Surabaya dengan tujuan Makassar pada Kamis 23 Februari 2017. Kapal berbobot 2572 Gross Ton tersebut adalah milik Perusahaan Pelayaran Mentari Sejati Perkasa.

KMP Caitlyn
Kapal Motor Penumpang (KMP) Caitlyn yang melayani penyeberangan Merak – Bakauheuni terbakar di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/2/2017) malam, pukul 22.40 WIB.

Kapal Ewis Lady
Kapal jenis Accommodation Work Barge (AWB) bernama Ewis Lady terbakar di dermaga milik perusahaan PT Menara Tama Samudra Indah di Dok Perkapalan Kaltim, Jalan Alam Baru Somber, Senin (2/1/2017).

Kapal yang tengah engker di perairan Merak, tiba-tiba mengeluarkan api dan asap tebal di bagian mesin. Sebanyak 35 ABK berhasil diselamatkan.

KM Zahro Express
Kapal penumpang Zahro Express terbakar di perairan Teluk Jakarta, pada Minggu (01/01/2017), menyebabkan 23 korban meninggal dunia.

_93201209_037063415-2

DATA KAPAL TENGGELAM, TUBRUKAN, KANDAS & MATI MESIN

KM Jadi Selamat
Kapal KM Jadi Selamat yang bertolak dari Maluku Utara menuju Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengelam di perairan laut Banda, sekitar 1 mil dari bibir pantai Kampa, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sultra. Kapal dengan muatan empat orang itu, berisi barang dagangan.

Berdasarkan informasi yang diterima Kendari Pos, kapal tersebut baru bisa dievakuasi Senin (15/5/2017) sore setelah terus dihantam ombak akibat mesin rusak dan alkom/pompa air mati sejak Sabtu (13/5/2017).

Kapal Mustika
Kapal Motor Mustika bermuatan barang sembako tenggelam di laut Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau, Senin, 8 Mei 2017. Insiden ini disebabkan karena kapal berusaha menghindar dari kapal yang menarik kontainer.

Kapal Di Rote Ndao
Kapal mengangkut 10 orang penumpang tenggelam di Perairan Laut Pulau Doo, Kabupaten Rote Ndao, NTT, Jumat (5/5/2017). Tiga orang meninggal dunia dalam kejadian ini.

Kapal PT Timah
Kapal Isap Produksi (KIP) 14 milik PT Timah, tenggelam di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (26/4/2017) malam.

Kapal Di Kapuas Hulu
Kapal angkut 35 orang rombongan guru dan murid Taman Kanak-kanak (TK) dari Desa Nanga Lungu, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (22/4/2017) pagi, tenggelam di Sungai Buntut Gurung Nanga. Seorang balita tewas, 29 selamat, dan 5 orang hilang dalam pencarian.

Kapal Gembira 5
Kapal Gembira 5 tujuan Batam-Tanjungpinang‎ kandas di perairan pulau Ngenang, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.
Seluruh penumpang yang berjumlah 38 orang dievakuasi pukul 13,00 WIB, Minggu (9/4/2017).

Kapal Margagiri
Tugboat Margagiri tenggelam di Perairan Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu, 8 April 2017. Tiga anak buah kapal (ABK) bisa diselamatkan, tapi satu lagi belum dapat ditemukan.

Kapal kargo KM Bhaita Jaya Samudra tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker KMT Elizabeth di Perairan Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, 7 April 2017.

Kapal Pasadena 8
Kapal Motor Pasadena 8 bermuatan 1.000 ton pupuk masih kandas di perairan Gili Banta, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, setelah menabrak batu karang, Jumat (7/4/2017),

Kapal Di Asmat
Enam orang ditemukan tewas dalam peristiwa terbaliknya kapal longboat berpenumpang 11 orang di perairan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Senin (27/3/2017) malam.

Kapal Surya Lestari
Kapal motor Surya Lestari yang berangkat dari Bontang di Kalimantan Timur, menuju Tanjung Selor di Kalimantan Utara, dilaporkan mengalami kebocoran di perairan Berau, Kalimantan Timur,Sabru, 25 Maret 2017. Akibatnya, 300 ton pupuk rusak dan gagal kirim ke Tanjung Selor. Meski demikian, 7 ABK dilaporkan selamat.

Kapal Di Batam
Anggota Tim WFQ Response Pos Angkatan Laut Lagoi, Kabupaten Bintan, menyelamatkan tiga WNI yang hanyut di alur pelayaran Pelabuhan Bandar Bentan Telani setelah kapal cepat yang ditumpanginya bersama 30 orang lain di Batam bocor, Sabtu, 25 Maret 2017.

Long Boat Di Kolaka
Di perairan Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/3/2017). Sebuah long boat rute Kolaka – Pulau Padamarang membawa 11 penumpang tenggelam.

Kapal Mutiara Baru
Puluhan penumpang yang berada di dalam kapal Mutiara Biru sempat histeris. Sebab kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran hingga mesin mati di tengah laut utara Bali, Selasa, 21 Maret 2017.

Kapal Pelni Tubrukan
Tabrakan beruntun terjadi di Pelabuhan Benoa, Denpasar, sekira pukul 12.25 WITA, tepatnya di dermaga timur pelabuhan saat akan sandar, Jumat (21/4/2017).

Kapal Mutiara Biru itu berangkat dari Sangsit, Buleleng, Bali, menuju Pulau Sepeken Madura. Kerusakan pada kapal diketahui terjadi sekitar pukul 22.10 WITA, kemarin.

Kecelakaan itu bermula dari kapal penumpang KM. Wilis milik PT. Pelni dinakhodai oleh Benia Andrian akan bersandar menurunkan penumpang menabrak kapal Sea Safari VII yang sedang bersandar di posisi 230 meter hingga terdorong mencapai pasisi 340 meter. Kemudian kapal Sea Safari yang terdorong menabrak kapal ikan Ryoyoshimaru 8 yang sandar di depannya.

Kapal Di Flores Timur
Kapal motor yang ditumpangi 9 nelayan asal Sumbawa tenggelam di perairan Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT. Tiga nelayan dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Flores Timur AKBP Irshan Yandri mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/3/2017) sekitar pukul 04.00 Wita.

KM Sweet Istanbul
Kapal KM Sweet Istanbul, berbendera Indonesia, tenggelam di perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin, (20/3/2017), pukul 14.00.

Kapal Mujur Indah
Kapal barang, Mujur Indah, tenggelam di perairan Campalagian, Polman, Sulbara setelah bertolak dari Parepare menuju Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (19/3/2017).

KM Dunhill
Kapal KM Dunhill karam pada Jumat (17/3/2017) sekitar 04.00 Wita, di perairan Muara Berau, Balikpapan. Kapal mengangkut limbah sisa batu bara tersebut mengangkut 6 orang, Aziz (30), Yuke (34), Eri (26), Nanang (45), Jhon dan Muharam (36).

Kapal Marcopoli 129
Kapal Marcopolo 129 yang tengah bersandar di tepian Sungai Siak, tepatnya di Pelabuhan Siak Haska Kemasindo (SHK) di Jalan Tanjung Datuk, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru karam, Senin (13/3/2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapal Putri Kembar
Kapal Motor Putri Kembar akhirnya mendapat pertolongan tim Search and Rescue (SAR) setelah terombang-ambing di lautan akibat mati mesin, Sabtu, 11 Maret 2017.

KMP Gerbang Samudera II
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Gerbang Samudera II kembali terjadi di lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk atau di Selat Bali, Selasa (7/3/2017).

kapal-pesiar-caledonia-sky-rusak-terumbu-karang-raja-ampat_20170314_114511

MV Caledonian Sky
Kapal Caledonian Sky kandas di perairan dangkal Raja Ampat, Papua, 4 Maret 2017. Kapal berbobot 4.200 GT itu membawa 102 turis dan 79 ABK.

Ternyata sebelum kandas dan merusak terumbu karang, kapal itu sudah empat kali memasuki perairan Raja Ampat. Dirjen Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Karliansyah mengatakan, dirinya menerima laporan dari Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong, Jhonny Rumbu Silalahi bahwa kala MV Caledonian Sky sudah empat kali masuk ke perairan Raja Ampat.

KM Dharma Kartika
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Kartika dari Pelabuhan Bajoe menuju Pelabuhan Kolaka terjebak di Teluk Bone sekitar 2 mil dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (19/2/17). Kapal tersebut mengangkut 95 penumpang.

Kapal Jolloro
Kapal jolloro (perahu masyarakat) dari Pelabuhan Takalar Lama menuju Pulau Tanakeke, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, yang memuat penumpang sekitar 40 orang itu diketahui terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, Jumat (3/2/2017).

KM Sabuk Nusantara 50
Kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 50 asal Kepulauan Selayar kandas di perairan Boddia, Kecamatan Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/1/2017). (agus w).