Angkasa Pura 2

Dirjen Agus: Waspada Sebaran Abu Vulkanik Letusan Gunung

Bandara KokpitMinggu, 21 Mei 2017
IMG-20160721-WA003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengingatkan para pelaku penerbangan nasional untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat dari peristiwa alam gunung meletus.

Debu-debu vulkanik halus menurutnya, bisa tersedot ke dalam mesin pesawat dan menyebabkan mesin pesawat rusak atau terbakar. Selain itu, sebaran abu yang pekat di sekitar bandara juga bisa menyebabkan jarak pandang menjadi pendek dan terbatas.

“Dua hal ini bisa menyebabkan keselamatan penerbangan terganggu,” ujar Agus di Jakarta, Ahad (21/5/2017).

Agus mengemukakan, keselamatan penerbangan adalah hal utama. Untuk itu, pelaku operasional penerbangan harus berani menolak jika ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak yang tidak sesuai dengan keselamatan penerbangan.

“Terkait dengan abu vulkanik, para pelaku penerbangan harus berani menolak untuk terbang jika dari data dan informasi resmi menyatakan penerbangan tersebut tidak terjamin keselamatannya,” tuturnya.

Sebelum melakukan operasional penerbangan, kata dia, harus selalu meminta data dan pertimbangan dari BMKG setempat. Jangan memaksakan untuk terbang jika memang keadaan tidak memungkinkan.

“Sedangkan bagi pesawat yang sudah terbang, pilot harus selalu berkoordinasi dengan pihak ATC untuk memberitahu jalur udara (airways/ ATS Route) yang aman dari sebaran abu vulkanik tersebut,” imbuhnya

Agus juga mengimbau kepada para penumpang untuk maklum jika terjadi keterlambatan penerbangan akibat peristiwa alam ini.

“Kepada penumpang pesawat, kami sampaikan agar bersabar dan memaklumi untuk menunggu sampai keadaan cuaca kondusif aman untuk penerbangan demi keselamatan bersama.

“Kita harus selalu jalankan prinsip zero tolerance untuk kepentingan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Agus. (omy)

Foto : ilustrasi