Angkasa Pura 2

Sebelum Arus Mudik, Kembalikan Kapasitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Aksi Polisi Koridor SDMSelasa, 23 Mei 2017
IMG-20170523-WA0057

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sebelum arus mudik dan balik Lebaran 2017 terjadi, sebaiknya dikembalikan atau dipulihkan kapasitas jalan tol Jakata-Cikampek. Kemacetan parah di ruas tol itu bisa menjadi ancaman serius untuk kelancaran arus mudik Lebaran yang tinggal sebulan lagi itu.

“Kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek yang terjadi selama ini karena tidak seimbang antara volume kendaraan yang melintas dengan kapasitas jalan yang ada,” kata Ketua MTI Jakarta dan akademisi senior STTD Bekasi Drs. Muh Nurhadi, MM, MT kepada Beritratrans.com di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Menurutnya, banyak faktor yang membuat kapasitas jalan tol tertua di Indonesia itu makin kecil dan memicu kemacetan lalin sepanjang hari. Salah satunya karena pembangunan proyek jalan layang Bekasi-Cawang, perluasan ruas tol yang ada terutama di sisi selatan tol dan lainnya.

“Semua proyek fisik di ruas jakan tol harus dihentikan sebelum arus mdik H-7 sampai H+7 Lebaran. Akan lebih baik jika mulai H-15 Lebaran dihentikan dulu, sehingga kapasitas jalan tol Jakarta-Cikapek bisa lebih besar lagi,” kara Nurhadi.

Lakukan Rkayasa Lalin

Selain itu, papar dia, diperlukan rekayasa lalu lintas yang baik dan pada momentum yang tepat. “Arus kendaraan pemudik yang akan mengalir dari Jakarta ke sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur diatur sedemikian rupa, bak air mengalir,” kata Nurhadi.

Jika volume kendaraan dari Jakarta sudah padat, segera dialihkan ke jalur lain di luar Tol Jakarta-Cikemapek. Bisa melalui jalur pantura lama, jalur tengah atau mungkin ke jalur selatan Jawa.

Dia memberikan ilustrasi, air dari waduk Jatiluhur yang mengalir ke Jakarta tidak pernah meluap apalagi menggenangi daerah yang dilintasi mulai Karawang, Bekasi sampai ke Jakarta. “Arus lalin jangan dibiarkan bak bola liar dan baru geger semua setelah terjadi kemacetan panjang bahkan stagnasi dimana-mana,” pinta Nurhadi.

“Hal itu (Air dari Jatiluhur) bisa terjadi karena memang dikelola dengan baik. Dibuatlah pintu air di beberapa titik untuk mengontrol arus air, agar tetap mengalir stabil dan dipastikan air sampai Jakarta,” kilah Nurhadi.

Putra Demak, Jawa Tengah itu menambahkan, manajemen air mengalir itu juga perlu diterapkan di ruas tol Jakarta-Cikampek bahkan sepanjang jalur Pantura Jawa dan jalur Selatan Jawa saat mudik nanti.

Pemerintah sulit melarang masyarakat utuk pulang midk dengan kendaraan pribadi bahkan sepeda motor. Tapi kalu mengatur dan mengelola sedemikian rupa agar tetap lancar dan tidak macet itu boleh.

“Namun Pemerintah sebagai pembina dan regulator lalu lintas memamg harus mengambil tindakan yang tegas saat arus mudik dab balik Lebaran 2017 nanti,” tegas Nurhadi.(helmi)

loading...